<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17691">
 <titleInfo>
  <title>Masalah Penegakan HAM dan Keagamaan Masyarakat Agama [Buku:</title>
  <subTitle>HAM Telaah Filosofis Teologis]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Effendi, Muhadjir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riyanto, F.X. Eko Armada (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2001</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>iv + 46-53hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana; Vol.10 No.Seri 9, 2001</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Diskursus yang berkembang dalam ilmu-ilmu sosial di atas, penting dijadikan sebagai titik tolak pembahasan topik ini, agar sejak awal kita memiliki pemahaman secara kritis terhadap eksistensi, tantangan, peluang dan masa depan agama. Bagi kaum agamawan, tak diragukan lagi, agama merupakan kebutuhan fundamental bagi manusia yang tidak terikat oleh perkembangan waktu dan tempat. Sejak dulu sampai sekarang agama tetap di butuhkan oleh manusia. Tapi alasan normatif seperti ini belumlah cukup dijadikan sebagai pegangan dalam memastikan peran agama, bila tidak disertai upaya-upaya pengembangan pemahaman atau penafsiran terhadap agama, terutama ketika agama dihadapkan pada persoalan-persoalan publik. Harus diakui secara jujur dengan tetap mengapresiasi adanya aspek societal agama pada saat ini agama masih tampak gagap dan gamang dalam merespon isu-isu publik. Salah satunya adalah isu mengenai penegakkan HAM, yang kini telah menjadi isu global, disamping isu-isu besar lainnya seperti ekologi, globalisasi, gender, demokrasi dan seterusnya. Bahkan kalau kita mencermati realitas di Indonesia yang berkembang semenjak tiga tahun terakhir ini, kita menangkap kesan yang kuat, agama sebenarnya telah menjadi faktor krusial dalam penegakan HAM. Kalau diucapkan dalam bahasa yang lebih vulgar, agama menjadi objek pengatasnamaan pelanggaran HAM.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>hak asasi</topic>
</subject>
<classification>323</classification>
<identifier type="isbn">ISSN14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>323 Riy h</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">10660-C</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
   <shelfLocator>323 Riy h</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>HAM_telaah_filosofis_teologis.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17691</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-19 11:23:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-20 07:52:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>