<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17668">
 <titleInfo>
  <title>Imam sebagai Siasat Rekonsiliasi:</title>
  <subTitle>Menimbang Lagi Dimensi Religius Pembangunan 'Indonesia Baru' [Buku: Memoria Passionis dan Rekonsiliasi untuk Membangun Indonesia Baru]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sudhiarsa, Raymundus I Made</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ryadi, Agustinus (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana &amp; Dioma</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>iv + 141-156hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana; Vol.13 No.Seri 12, 2004</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Dalam perjalanan sejarah hampir enam dasawarsa ini negara bangsa Indonesia mengalami rangkaian tahun-tahun kekerasan berdarah dan berbagai ancaman disintegrasi. Kerugian-kerugian dan korban-korban materi, moral dan nyawa sudah tidak terhitung besarnya. Meskipun demikian, kita masih mempunyai harapan untuk membangun Indonesia yang lebih baik, Indonesia baru. Dalam kondisi bangsa yang risau dan yang berharap ini tulisan berikut ingin urun rembug dalam upaya membangun kembali jiwa bangsa yang telah retak. Nadanya klasik, karena yang dikedepankan di sini adalah jiwa yang terpinggirkan itu, yakni dimensi iman dalam pembangunan bangsa. Tesis yang dimajukan adalah bangsa majemuk ini membutuhkan kembali suatu afirmasi identitas kolektif yang utuh. Bangsa ini membutuhkan keutuhan semangat dan kesatuan arah tujuan hidup di satu pihak dan pertobatan nasional atau rekonsiliasi di lain pihak. Agenda besar ini tentu saja menuntut kerja bersama seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya dari pihak pimpinan politik (kelompok eksekutif, legislatif dan yudikatif), pimpinan agama dan semua golongan elite saja, melainkan juga seluruh lapisan masyarakat sampai pada level akar rumput. Sebagaimana bangsa ini telah dibangun atas dasar iman kepada penyelenggaraan Tuhan, demikianlah iman yang sama itu merupakan conditio sine qua non bagi 'Indonesia baru' yang didambakan.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teologi</topic>
</subject>
<classification>230</classification>
<identifier type="isbn">ISSN14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Rya m</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">12117-K</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
   <shelfLocator>230 Rya m</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Memoria_Passionis_dan_Rekonsiliasi.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17668</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-15 12:09:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-15 12:30:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>