<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17665">
 <titleInfo>
  <title>Mencari Kebenaran di Tengah Krisis [Buku:</title>
  <subTitle>Memoria Passionis dan Rekonsiliasi untuk Membangun Indonesia Baru]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Isharianto, Rafael</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ryadi, Agustinus (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana &amp; Dioma</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>iv + 113-130hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana; Vol.13 No.Seri 12, 2004</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Krisis yang melanda bangsa Indonesia kepada keterpurukan dalam berbagai dimensi kehidupan sejak beberapa tahun terakhir ini tampaknya menghendaki suatu jawaban yang kompleks. Dan kita meyakini bahwa salah satu jalan, yang dapat membawa perbaikan yang dapat bertahan lama, adalah penyadaran tentang perlunya pendidikan. Tulisan pendek ini tidak berpretensi memberikan obat mujarab yang dapat dipakai sekali untuk selamanya. Tulisan ini dimaksudkan semata-mata sebagai suatu tatapan reflektif yang lebih bersifat personal mengenai pendidikan nilai yang benar di tengah krisis. Sebagai suatu permenungan, tulisan ini berawal dari suatu pertanyaan; Apakah kontribusi fakultas filsafat dan teologi dan secara umum lembaga pendidikan tinggi; dalam krisis di Indonesia ini? Sekilas, kita mungkin akan memunculkan reaksi menolak pertanyaan ini. Apakah tidak terlalu ambisius menganggap dunia kampus sebagai model ideal untuk menemukan prinsip-prinsip pemecahan krisis multidimensional bangsa ini? Bukankah realitas krisis bangsa ini jauh lebih parah/hebat daripada persoalan-persoalan di seputar dunia universiter? Namun keyakinan kami adalah bahwa sebenarnya akar krisis di atas, yang kerap diselesaikan dengan kekerasan, dapat ditemukan pada krisis kebenaran. Panggilan dunia universiter bukan semata-mata untuk transfer ilmu, melainkan juga untuk menciptakan atmosfir yang kondusif bagi pergumulan insan-insan universiter dengan nilai-nilai kebenaran.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teologi</topic>
</subject>
<classification>230</classification>
<identifier type="isbn">ISSN14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Rya m</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">12117-H</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
   <shelfLocator>230 Rya m</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Memoria_Passionis_dan_Rekonsiliasi.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17665</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-15 10:38:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-15 12:33:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>