<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17664">
 <titleInfo>
  <title>Beberapa Cerita Rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama [Buku:</title>
  <subTitle>Memoria Passionis dan Rekonsiliasi untuk Membangun Indonesia Baru]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pareira, Berthold Anton</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ryadi, Agustinus (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana &amp; Dioma</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>iv + 97-112hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana; Vol.13 No.Seri 12, 2004</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Rekonsiliasi merupakan pembicaraan yang cukup hangat akhir-akhir ini. Kekerasan dan pelanggaran HAM yang berat rasanya hanya disimpan dan tidak pernah mendapat penyelesaian yang adil. Dapatkah kita membangun masa depan Indonesia yang lebih baik tanpa rekonsiliasi yang berdasarkan kebenaran dan keadilan serta dijiwai oleh pengampunan? Jawabannya jelas tidak. Perlu ada rekonsiliasi. Akan tetapi, apakah rekonsiliasi itu? Bagaimana harus dilakukan dan diusahakan? Apa persyaratannya? Teologi yang dijiwai oleh Alkitab dapat berdiam diri terhadap persoalan besar bangsa kita ini. Dia harus menjadi terang bagi umat beriman agar bisa mengambil bagian dalam upaya penyelesaian persoalan  bangsa ini. Studi ini adalah suatu refleksi ke arah itu. Penulis mengambil sejumlah contoh dari Perjanjian Lama khususnya cerita-cerita karena ceritalah yang paling mendekatkan kita dengan kehidupan. Cerita juga membuat orang duduk bersama untuk mendalami teologi yang diberikan dan menghubungkannya dengan kehidupan.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teologi</topic>
</subject>
<classification>230</classification>
<identifier type="isbn">ISSN14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Rya m</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">12117-G</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
   <shelfLocator>230 Rya m</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Memoria_Passionis_dan_Rekonsiliasi.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17664</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-15 10:25:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-15 12:33:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>