<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17659">
 <titleInfo>
  <title>Teolog dalam Masa Krisis dan 'Kesadaran Sejarah' [Buku:</title>
  <subTitle>Memoria Passionis dan Rekonsiliasi untuk Membangun Indonesia Baru]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abimantoro, Antonius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ryadi, Agustinus (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana &amp; Dioma</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>iv + 12-24hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana; Vol.13 No.Seri 12, 2004</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Kata-kata dari para uskup Asia dalam rapat FABC di Thailand (2000) empat puluh tahun yang lalu dapat memberi arah bagi berteologi di Asia. Mereka para Uskup itu sendiri adalah teolog-teolog yang datang dari negerinya masing-masing, kebetulan adalah gembala, tetapi dari profesinya sebagai teolog mereka merasakan adanya dimensi yang lebih mendesak; dimensi profetis, dimensi bernubuat, dimensi pemimpi yang mampu menerobos ke saat ini an. Dimensi seperti ini memang laten, tidur dalam situasi 'normal'. Ia tidak bisa disiapkan, diplanning atau direkayasa. Ia akan bangun (atau dibangunkan) pada saatnya. Dari sejarah kita hanya dapat meraba alasannya, mengapa nabi-nabi itu justru muncul di saat yang tidak biasa, di saat krisis. Ketika dunia dan masyarakat mengalami stagnasi, kebuntuan, hilangnya gairah dan orientasi, muncullah orang-orang yang 'dipenuhi roh' (istilah bagi intervensi misterius luar dunia). Di sini nampak perbedaan antara profesi teolog yang menjalankan tugas refleksinya dalam situasi rutin normal, yang dengan terang menikmati metode dan pendekatan yang sudah mapan dan profesi kenabian yang tugasnya adalah mencari wewenang terobosan-terobosan jalan baru, sering dengan petualangan statement yang sangat berani dan bukan sekedar menginventarisasi pengalaman lama, menganalisa dan secara induktif menarik garis-garis dasar hipoteis.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teologi</topic>
</subject>
<classification>230</classification>
<identifier type="isbn">ISSN14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Rya m</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">12117-B</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
   <shelfLocator>230 Rya m</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Memoria_Passionis_dan_Rekonsiliasi.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17659</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-15 08:24:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-15 12:38:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>