<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17649">
 <titleInfo>
  <title>Communicatio In Sacris:</title>
  <subTitle>Berbagi Kasanah Rohani [Buku: Kamu Adalah Sahabatku]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gegel, I Ketut</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Situmorang, Markus (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kurniawan, F.X. (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 294-333hlm; 15x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sanana Vol. 30 No. Seri 29, 2020</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Dalam artikel ini, penulis mempelajari Communicatio in Sacris sebagai tindakan berbagi sakramen di antara umat Kristiani. Kajian ini berangkat dari pengamatan penulis mengenai relasi antar umat Kristiani saat ini. Dalam abad-abad sebelumnya, banyak pertikaian muncul dan banyak komunitas Kristen terpisah dari persekutuan penuh dengan Gereja Katolik. Masing-masing mengecualikan pihak lain untuk ambil bagian dalam kegiatan liturgi. Namun, harus diingat, kesatuan yang dikehendaki Kristus ada di 'jantung' misi Gereja. Di setiap zaman, muncul orang-orang yang tidak hanya membela, tetapi juga membuka Gereja Katolik bagi orang Kristen lainnya, khususnya dalam pelayanan liturgi. Hal itu telah dimulai sejak lama dalam sejarah Gereja. Cukup menyebutkan dua di antaranya. Pada tahun 1244 Innosensius IV mengizinkan para Dominikan melayani komunitas Kristen yang terpisah untuk berbagi Ekaristi dengan mereka. Di zaman modern ini, Yohanes XXIII yang mengetahui Konsili Vatikan II telah membawa Gereja Katolik semakin terbuka kepada Gereja-Gereja lain, memberikan kemungkinan yang luas untuk berbagi sakramen dengan pihak non Katolik. Tujuan dari semua tindakan ini adalah untuk keselamatan jiwa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif, penulis menganalisis pandangan Gereja tentang Communicatio in sacris. Proses analisis dilakukan dengan menganalisa dokumen-dokumen Gereja; Konsili Vatikan II, Kitab Hukum Kanonik dan sumber lain yang tersedia serta sumber elektronik yang handal untuk mendukung analisis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Communicatio in sacris dalam arti sempit berarti berbagi sakramen antar umat Kristiani dapat menjadi sarana untuk mengembangkan persaudaraan antar umat Kristiani.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teologi</topic>
</subject>
<classification>230</classification>
<identifier type="isbn">ISSN14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Kur k</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">20055-P</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
   <shelfLocator>230 Kur k</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Kamu_adalah_Sahabatku.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17649</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-14 08:45:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-16 07:55:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>