<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17640">
 <titleInfo>
  <title>Humanisme Bagi Sesama-Menyingkap Akar Kekerasan dalam Relasi Antarmanusia dan Etika Tanggungjawab Menurut Emmanuel Levinas [Buku:</title>
  <subTitle>Kamu Adalah Sahabatku]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Soebagio, Editha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Situmorang, Markus (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kurniawan, F.X. (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 137-157hlm; 15x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sanana Vol. 30 No. Seri 29, 2020</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Artikel ini membahas pemikiran pokok dari Emmanuel Levinas. Kontribusinya yang khas adalah argumennya bahwa moralitas bukanlah cabang dari filsafat, melainkan filsafat pertama (TI 304). Pemikirannya berawal dari perjumpaan konkret dengan 'wajah' orang lain, yang mendasari kesadaran kita terhadap diri dan identitas kita dan pada gilirannya menentukan pemahaman Levinas terhadap filsafat. Filsafat berawal dari orang lain dan etika dipahami sebagai suatu relasi dengan tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap orang lain. Dengan demikian ketika kita berhadapan dengan orang lain, sebelum kita menanggapinya (dengan menyapa, memutuskan memberi atau tidak memberi uang kepada pengemis), kita sudah berada dalam relasi dengan mereka. Hal ini menjadi alasan mengapa Levinas menyebutnya sebagai 'relasi orisinal'. Tanggung jawab tanpa syarat bukanlah sesuatu yang kita terima atau suatu aturan yang kita setujui untuk mengikatkan diri, tetapi tanggung jawab telah eksis sebelumnya dan tanpa memutuskan sesuatu, kita telah memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap mereka. Meskipun gagasan besar yang disampaikan Levinas tidak memadai untuk memecahkan semua permasalahan etis kita, tetapi Levinas memiliki kekuatan dan mengingatkan kita terhadap kodrat dan tuntutan etis yang seharusnya diandaikan sebagai dasar dari semua teori moral.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teologi</topic>
</subject>
<classification>230</classification>
<identifier type="isbn">ISSN14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Kur k</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">20055-G</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
   <shelfLocator>230 Kur k</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Kamu_adalah_Sahabatku.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17640</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-13 11:12:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-15 12:36:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>