<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17613">
 <titleInfo>
  <title>Filsafat di Masa Kini</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zizek, Slavoj</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Badiou, Alain</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cholis, Noor (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Translator</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Basabasi</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>136hlm; 14x20cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Apakah filsuf harus ambil bagian dalam peristiwa-peristiwa kontemporer dan mengomentari semua itu? adalah pertanyaan mengenai peran kaum intelektual dalam masyarakat kita. Jawaban atas pertanyaan ini sekarang harus mempertimbangkan dua titik ekstrem. Di satu sisi, partisipasi kaum intelektual dalam kejahatan-kejahatan abad kedua puluh sangat membebani pemahaman diri kelompok sosial ini, setidak-tidaknya sejauh ia masih mempertahankan kenangan praktis sejarah. Di sisi lain, kita bisa menanyakan kepada diri kita sendiri apakah kita mendapatkan banyak manfaat jika kita membiarkan para model, pembawa acara dan kelompok-kelompok serupa menduduki posisi intelektual dalam masyarakat media kontemporer kita. Jawaban-jawaban yang diberikan filsuf Paris Alain Badiou dan filsuf serta psikoanalis Slovenia Slavoj Zizek dalam diskusi mereka tentang tema ini di Wina pada tahun 2004 ternyata lebih sederhana dan lebih skeptis dari yang mungkin diharapkan orang dari para filsuf. Bukannya berlindung pada kejayaan lama yang sudah sejak dulu menjadi kedaluwarsa secara historis, mereka justru mencoba mengingat-ingat kualitas spesifik pemikiran filosofis dan menimba jawaban-jawaban mereka dari situ. Diskusi filsafat biar bagaimanapun selalu menstimulasi, sebagaimana diperlihatkan oleh presentasi dan kini oleh buku ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat</topic>
 </subject>
 <classification>100</classification>
 <identifier type="isbn">9786025783555</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>100 Bad f</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19892</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>100 Bad f</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20202</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>100 Bad f</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Filsafat_di_Masa_Kini.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17613</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-26 09:23:58</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-19 07:36:43</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>