<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17596">
 <titleInfo>
  <title>Tumpuan Keadilan Rawls:</title>
  <subTitle>Hidup Bersama Seperti Apa yang Kita Inginkan?</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tarigan, Andi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxiii + 217hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hidup bersama seperti apa yang kita inginkan? Hidup bersama yang adil. Itu jelas tak dapat ditawar. Tak seorang pun ingin dicampakkan dari hidup bersama hanya karena warna kulit atau keyakinan yang berbeda. Juga tak seorang pun ingin disingkirkan hanya karena kepemilikan dan kekuasaan tak ada di genggamannya. Namun perkaranya, seperti apa persisnya hidup bersama yang adil? Apa yang adil dan tidak adil? Apa itu keadilan? Demikianlah status quaestionis yang melandasi seluruh pencarian dalam buku ini. Dalam upaya pencarian itu, Theory of Justice karya John Rawls (1921–2002) tampil memberikan tilikan yang subtil, sistematis, dan mendalam. Dengan menunggangi teori kontrak sosial sebagaimana dipahami Hobbes, Locke, Rousseau, dan Kant yang juga diuraikan satu per satu dalam buku ini Rawls menyodorkan gagasan tentang Posisi Asali (Original Position) sebagai syarat transendental yang memungkinkan justice as fairness. Melalui Theory of Justice, Rawls telah memicu perdebatan. Namun, terlepas dari perbantahan yang sampai hari ini terus terjadi, layak diakui bahwa melalui gagasan Posisi Asali, Rawls telah menyodorkan suatu instrumen berpikir untuk menimbang ulang apa itu keadilan dalam hidup bersama yang saat ini tampak gugup menanggapi hadirnya kecerdasan artifisial.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat politik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat Amerika</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>keadilan</topic>
 </subject>
 <classification>191</classification>
 <identifier type="isbn">97860206018708</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>191 Tar t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20187</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>191 Tar t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Tumpuan_Keadilan_Rawls.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17596</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-17 10:08:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-04 09:24:53</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>