<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17465">
 <titleInfo>
  <title>Apakah yang Dapat Kita Perbuat bagi Para Arwah? [Judul Asli:</title>
  <subTitle>De Cura Pro Mortuis Gerenda]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Augustinus, Aurelius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dister, Nico Syukur (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Translator</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>857hlm; 12,5x20cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sekitar tahun 423, Agustinus (354-430) dengan ramah menyurati seorang sahabat yang juga teman sejawat. Sebelumnya, sahabat itu mengajukan kepadanya beberapa persoalan menarik; sahabatnya diminta dengan sangat oleh seorang janda untuk mengurus agar putranya yang telah meninggal itu dikuburkan di tempat yang istimewa. Walaupun permintaannya dikabulkan oleh uskup itu, tetapi dia toh khawatir juga dan tetap mempunyai sejumlah pertanyaan. Makanya, ia merasa perlu berembuk dengan Agustinus. Agustinus dalam tanggapannya mencari jawaban atas empat masalah ini: (1) Jadi soalkah orang mati itu kita kebumikan atau kita kremasi? Kalau ya, siapa yang dikebumikan atau dikremasi?; (2) Kalau menguburkan orang mati, apakah tempatnya membuat perbedaan? Kalau ya, untuk siapa?; (3) Bergunakah mendoakan para arwah?; (4) Bagaimanakah harus diartikan bila orang yang kita kasihi menampakkan diri dalam mimpi? Tidak diketahui apakah si penerima surat itu puas akan jawaban Agustinus atau tidak. Yang kita ketahui hanyalah ini: dalam lintasan abad, sampai pada hari ini, isinya berpengaruh besar terhadap tafsiran Kristiani tentang berbagai-bagai ritus sekitar orang mati yang dikasihi. Itulah sebabnya surat ini tersimpan, lengkap dengan sebuah judul: De cura pro mortuis gerenda.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Eskatologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kematian-pandangan kristen</topic>
 </subject>
 <classification>236.1</classification>
 <identifier type="isbn">9789792160604</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>236.1 Aug a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20081</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan S-2</sublocation>
    <shelfLocator>236.1 Aug a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Apakah_yang_Dapat_Kita_Perbuat.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17465</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-23 08:15:46</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-22 08:11:56</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>