<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17419">
 <titleInfo>
  <title>Bukan Berhala:</title>
  <subTitle>Penghormatan Kepada Roh Orang Meninggal</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jebadu, Alexander</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Maumere</placeTerm>
   <publisher>Ledalero</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xviii + 392hlm; 15x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku Bukan Berhala pada intinya berargumentasi bahwa, pertama, penghormatan kepada para leluhur merupakan salah satu nilai agama tradisional yang masih memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan orang Asia dan Afrika hingga dewasa ini. Ia bahkan merupakan religiositas dasar dari lima agama besar di Indonesia, Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha. Kultus penghormatan kepada roh-roh orang meninggal masih dipraktikkan oleh suku-suku di Flores, Sumba Timor, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi Jawa dan Papua. Di Indonesia ritus penghormatan kepada para leluhur dipraktikkan baik oleh masyarakat madani yang sudah menganut agama Islam, Kristen, Hindu dan Buddha, maupun oleh orang-orang terdidik sekalipun seperti para calon presiden Indonesia yang berlomba pergi berdoa mohon restu roh-roh Sukarno di kuburnya di Blitar. Kedua, ritus keagamaan penghormatan roh orang meninggal tidak bertentangan dengan iman Kristen. Ia bukan praktik sia-sia dan bukan juga praktik berhala seperti diklaim sejumlah orang. Buku ini berargumentasi bahwa kalau kesalehan religius ini dipelajari dengan baik, ia dapat dirangkul menjadi bagian integral dari penghayatan iman Kristen dalam bingkai penghormatan kepada orang-orang kudus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kristiani dan budaya</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <classification>261.21</classification>
 <identifier type="isbn">9799799447817</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.21 Jeb b</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20035</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan S-2</sublocation>
    <shelfLocator>261.21 Jeb b</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Bukan_Berhala-2.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17419</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-10-15 11:03:50</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-22 08:12:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>