<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17401">
 <titleInfo>
  <title>Memahami Simbol Watu Wonggo Masyarakat Wae Wako Manggarai dalam Terang Pemikiran Ernst Cassirer</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Sermada Kelen Donatus, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Robertus Wijanarko, Ph. D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kuang, Fidelis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 123hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kehidupan manusia tidak terlepas dari kebudayaan. Dalam ilmu antrologi, kebudayaan memiliki tujuh unsur. Salah satu unsur di dalamnya adalah religi. Religi merupakan unsur yang menghubungkan antara dunia manusia dengan kekuatan-kekuatan adikodrati di luar manusia. Menghubungkan realitas duniawi dengan kekuatan adikodrati didorong oleh pengaruhnya terhadap kehidupan manusia dan merupakan hasil refleksi atau kesadaran penuh akan eksistensi manusia yang serba terbatas. Namun karena eksistensi kekuatan adikodrati itu bersifat transenden, maka manusia dituntut untuk menggapainya dengan sarana dunia inderawi, yaitu simbol-simbol. Kehidupan masyarakat Manggarai pada umumnya tidak terlepas dari konsep akan adanya kekuatan adikodrati di luar dirinya. Para leluhur dan Mori Kraeng adalah kekuatan adikodrati tersebut. Mereka yang membimbing dan mengarahkan sekaligus menentukan rangkaian kehidupan manusia, sehingga kegagalan dan kesuksesan seseorang ditentukan oleh para leluhur dan Mori Kraeng. Karena itu, manusia dituntut untuk menjalin relasi yang baik untuk kehidupan yang lebih baik pula. Tetapi karena eksistensi para leluhur dan Mori Kraeng bersifat transenden, maka penggunaan sarana simbolik adalah cara yang tepat oleh masyarakat Manggarai untuk berelasi dengannya. Sebab, antara dunia manusia dengan dunia para leluhur dan Mori Kraeng terdapat jurang yang tidak terjembatani. Karena itu, penggunaan sarana simbolik adalah jembatan agar manusia memahami dan mengerti dunia para leluhur dan Mori Kraeng dan mereka ambil bagian dan terlibat secara nyata dalam kehidupan manusia. Salah satu sarana simbolik menghubungkan dunia manusia dengan kekuatan adikodrati tersebut adalah Watu Wonggo. Watu Wonggo adalah simbol penyembahan terhadap para leluhur dan terhadap Mori Kraeng oleh masyarakat Manggarai khususnya masyarakat Wae Wako. Penggalian tema kebudayaan Watu Wonggo ini berpusat pada kebudayaan Watu Wonggo di daerah Wae Wako. Sebab, kebudayaan Watu Wonggo di Manggarai memiliki berbagai macam di berbagai daerah dan memiliki beragam nama, sebutan, istilah, bahkan memiliki perbedaan makna.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Flores</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2020</topic>
 </subject>
 <classification>959.86</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.86 Kua m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16.021</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>959.86 Kua m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17401</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-30 10:00:56</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-02 08:38:12</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>