<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1740">
 <titleInfo>
  <title>Ritus Ngembah Tinaruh Mbentar dalam Masyarakat Karo (Tinjauan filosofis-antropologis)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Prof. Dr. FX. Eko Armada Riyanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Pius Pandor, Lic</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Steprih, Kristophorus Retas</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 112hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penulis mengangkat tema ini karena beberapa alasan berikut: pertama, upacara adat ngembah tinaruh mbentar (upacara adat kelahiran) mempunyai posisi yang penting dalam kaitannya dengan kehidupan sosial budayanya. Itu sebabnya tulisan ini bermaksud untuk melacak nilai-nilai filosofisnya agar kemudian dapat memahami maknanya. Kedua, bahwa sebagian dari ritus upacara kelahiran masih dihidupi oleh masyarakat pendukungnya, sehingga dapat dipastikan bahwa tradisi ini memiliki suatu peluang untuk merumuskan pandangan dunia masyarakat pendukungnya. Dalam memahami ritus Ngembah Tinaruh Mbentar, penulis menggunakan analis interpretatif. Analisis interpretatif merupakan suatu sarana yang penulis gunakan untuk mengkaji, memahami dan mendeskripsikan makna upacara adat kelahiran dalam masyarakat Karo. Oleh sebab itu, sebelum melangkah masuk ke bagian refleksi filosofis antropologis penulis terlebih dahulu menganalisis ritus upacara adat kelahiran ini berdasarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap ritus upacaranya. Dari analisis interpretatif penulis menemukan segudang makna yang terkandung di dalam ritus Ngembah Tinaruh Mbentar. Seluruh makna itu kemudian penulis rangkum dalam beberapa nilai yang terkandung di dalamnya, seperti nilai religius, sosial dan etika. Penulis berusaha merefleksikan nilai-nilai itu dalam terang atau kerangka filosofis antropologis. Refleksi ini tentu amat penting karena merupakan suatu puncak dari sebuah pergumulan yang mendalam. Dari hasil refleksi ini, penulis merangkum dan mengkristalisasikannya ke dalam beberapa dimensi, yakni dimensi religius, dimensi sosial, dimensi etika dan dimensi kosmos.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2016</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan batak karo</topic>
 </subject>
 <classification>959.82</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.82 STE r</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12.036</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>959.82 STE r</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1740</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>