<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17380">
 <titleInfo>
  <title>Intoleransi dalam Beragama:</title>
  <subTitle>Hambatan untuk Menjalin Kasih dan Persaudaraan Antarumat Beragama</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Prof. Dr. FX. Eko Armada Riyanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Peter Bruno Sarbini, M.Ag</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Armin, Krisantus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 109hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fokus pembahasan dalam karya tulis ini ialah tentang Intoleransi dalam Beragama: Hambatan untuk Menjalin Kasih dan Persaudaraan Antarumat Beragama. Metode yang saya gunakan terkait pembahasan tema ini, yaitu kepustakaan. Saya juga berupaya mengumpulkan data-data dari internet atau media sosial, koran, serta majalah, khususnya yang berkaitan dengan intoleransi beragama. Intoleransi, istimewanya dalam kehidupan beragama terus meningkat. Intoleransi beragama telah mengaburkan wajah Indonesia yang humanis, inklusif, dan ramah. Kekerasan atas nama agama menjadi tema yang sangat familiar hingga saat ini. Islam merupakan salah satu agama yang seringkali dikaitkan dengan kekerasan. Konsepsi tentang ketidakramahan Islam harus dilihat kembali. Penilaian sepihak terhadap Islam (atau agama apapun) harus dipikirkan, sebab tidak ada agama yang mengajarkan peperangan atau kekerasan. Temuan yang saya dapatkan ialah adanya kecenderungan setiap individu menjalankan agamanya secara radikal, sikap eksklusif, curiga yang berlebihan, dan sikap sentimen. Sejauh sikap intoleran terus dikedepankan dan diagungkan, maka selama itu pula kasih dan persaudaraan sulit diwujudkan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Agama, kerukunan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2020</topic>
 </subject>
 <classification>291.172</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>291.172 Arm i</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16.006</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>291.172 Arm i</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17380</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-28 11:01:14</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-29 08:39:15</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>