<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17369">
 <titleInfo>
  <title>Mariologi Yohanes Paulus II dalam Redemptoris Mater dan Relevansinya Bagi Kehidupan Umat Beriman di Tengah Tantangan Dunia Zaman Ini</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Petrus Maria Handoko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Gregorius Pasi, Lic.Th</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ardi, Mikael</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 66hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fokus tulisan ini adalah kebenaran dasar mariologi Yohanes Paulus II dalam Redemptoris Mater dan relevansinya bagi hidup umat beriman di tengah tantangan dunia zaman ini. Hadirnya sekularisme dan kemajuan teknologi merupakan tantangan yang dihadapi oleh umat beriman zaman ini. Sekularisme membuat manusia menjadi pribadi yang sombong, mampu menyelesaikan dan melaksanakan seluruh persoalan hidupnya bahkan kematian sekalipun. Kemajuan teknologi berpotensi membawa manusia pada krisis identitas dan krisis panggilan. Maraknya tindakan ritualisme dan beriman secara buta karena motif-motif pragmatis tertentu merupakan wujud konkret dari sikap umat beriman yang lupa akan identitas dan panggilan hidupnya sebagai pengikut Yesus Kristus. Paus Yohanes Paulus II, dalam kebenaran dasarnya tentang Maria di enskilik Redemptoris Mater mengemukakan dua hal mendasar tentang bagaimana orang Kristiani harus beriman kepada Allah yang dilihat lewat figur Bunda Maria, yakni Maria yang dikaruniai dan Maria yang menanggapi karunia Allah. Artinya bahwa cara beriman yang benar tidak cukup hanya berhenti pada wahyu yang dianugerahkan Allah atau berserah diri pada Allah, melainkan juga harus disertakan dengan iman manusia atau usaha manusia untuk mau menanggapi apa yang diwahyukan Allah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>mariologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2020</topic>
 </subject>
 <classification>232.91</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>232.91 Ard m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16.040</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>232.91 Ard m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17369</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-25 11:46:55</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-29 08:58:58</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>