<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17354">
 <titleInfo>
  <title>Dominasi Simbolis Pariwisata terhadap Sektor Pertanian di Kabupaten Badung, Bali (Telaah dalam pemikiran Pierre Bourdieu)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Raymundus I Made Sudhiarsa, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Robertus Wijanarko, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Edji, Eusebius Turu Sare</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 103hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skripsi ini membahas tentang fenomena pariwisata Bali yang diklaim mendominasi sektor lainnya, khususnya pertanian. Pariwisata yang menjadi ikon Bali serentak mengharumkan dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi provinsi Bali. Tetapi di satu sisi, sektor pertanian menjadi terancam dengan hadirnya pariwisata yang beroperasi dalam skala besar. Melihat situasi ini, penulis ingin menyampaikan suatu tanggapan kritis guna menjawabi persoalan tersebut. Tanggapan dan analisa penulis bukan didasarkan pada pemikiran subjektif, melainkan didasarkan pada pemikiran filsuf dan sosiolog Perancis bernama Pierre Bourdieu, serta pengalaman konkrit penulis. Dalam rangka menelaah fenomena ini dengan menggunakan kacamata Bourdieu, penulis memilih kabupaten Badung sebagai sarana kajian karena kabupaten Badung adalah sarang pariwisata Bali. Dalam skrisi ini, ditemukan bahwa sektor pariwisata dan pertanian pada dasarnya dapat menciptakan suatu simbolis mutualisme, namun pada praktiknya, pertanian dirasakan merupakan sektor bagi kaum marginal dan pariwisata adalah sektor kaum milenial. Kenyataannya ialah, pariwisata tidak bisa ada tanpa pertanian namun pertanian dapat ada tanpa pariwisata. Oleh sebab itu skripsi ini memberikan suatu solusi yang dapat mengintegrasikan pariwisata dan pertanian. Solusi tersebut dibangun dalam kerangka pikir dan konsep kunci pierre Bourdieu, dengan memuncul terminologi agrowisata yang dapat menciptakan hubungan kooperatif antara pertanian dan pariwisata. Dengan demikian praktik dominasi yang terjadi secara simbolis dapat berubah menjadi suatu hubungan yang kooperatif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat Prancis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2020</topic>
 </subject>
 <classification>194</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>194 Edj d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16.034</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>194 Edj d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17354</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-09-24 08:22:20</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-01 10:59:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>