<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1733">
 <titleInfo>
  <title>Transendensi Diri sebagai Jawaban Atas Problem Absurditas Eksistensi Manusia Menurut Viktor Emil Frankl</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Antonius Denny Firmanto, M.Pd.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Pius Pandor, Lic.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Romario, Albertus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 105hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Transendensi diri merupakan kemampuan kodrati yang dimiliki oleh setiap manusia. Kemampuan transendensi diri hendak menegaskan bahwa manusia mampu mengatasi dan melampaui realitas material-empiris kehidupannya yang konkret. Transendensi diri juga mengandung makna bahwa manusia mengarahkan keseluruhan peziarahannya kepada sesuatu yang berada di luar dirinya. Kajian pembahasan tentang transendensi tersebut berawal dari pengakuan atas kenyataan bahwa manusia pada hakikatnya terbuka dan mengarahkan diri kepada sesuatu yang berada di luar kategori fisik-somatik-nya. Manusia mempunyai kesamaan seperti makhluk lain dalam menghidupi, melestarikan dan mempertahankan eksistensinya. Adalah proses transendensi diri melulu aktivitas sadar dan aktif yang menandai esensi khas-unik eksistensi manusia. Upaya melakukan transendensi diri merupakan pancaran dan cetusan unsur kebebasan yang melekat dalam kodrat manusia yang berimbas pada tanggung-jawab memikul dan menjalankan kehidupan. Tanggung-jawab terhadap kehidupan terealisir dalam usaha mencari dan menemukan makna hidup. Setiap peristiwa dan pengalaman yang mengerumuni keseharian hidup manusia senantiasa memuat semesta makna yang harus dicari dan ditemukan. Kegagalan dalam menemukan makna membawa krusialitas bagi peziarahan manusia yakni problem absurditas. Absurditas hidup dilihat dalam hubungan apabila  arti, tujuan dan makna hidup tidak dapat diketahui, dikenal dan ditemukan. Krisis eksistensial ini menjadi semacam gejala umum yang mendera kehidupan manusia. Dengan absurditas, manusia terjerumus dalam lembah frustrasi dan kehampaan eksistensial dan senantiasa dilingkungi kecemasan, kekhawatiran, ketakutan dan kegalauan kronis. Situasi demikian mendera manusia terutama disebabkan oleh kenyataan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>psikoterapi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2016</topic>
 </subject>
 <classification>616.891.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>616.891.4 ROM t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12.043</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>616.891.4 ROM t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1733</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>