<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1729">
 <titleInfo>
  <title>Kebudayaan Dayak Hibun dan Gereja Katolik di Kabupaten Sanggau (Tinjauan antropologi historis)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Valentinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Sermada Kelen Donatus, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Christianus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 113hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Setiap suku bangsa di dunia pasti memiliki suatu sistem nilai yang menjadi dasar atau landasan bagi sikap dan perilaku hidup mereka. Sistem nilai itu mencakup hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari gerak, pikiran, perkataan, perasaan, budi dan hati manusia. Keseluruhan aspek ini kemudian disatukan ke dalam suatu jiwa atau semangat yang disebut sebagai kebudayaan. Masyarakat Sub Suku Dayak Hibun yang ada di Kabupaten Sanggau memiliki berbagai bentuk kebudayaan yang menjadi fondasi bagi identitas diri mereka. Menurut berbagai sumber penelitian, serta sejarah yang diturunkan dari cerita kuno bahwa sub suku Dayak Hibun merupakan salah satu anak suku yang berhimpun di dalam rumpun suku Dayak Bidayuh. Suku Dayak Bidayuh merupakan salah satu rumpun suku Dayak yang tinggal di wilayah utara Kalimantan Barat. Sebagai sebuah suku induk, suku ini memiliki sub-sub suku yang tersebar di Kabupaten Sanggau, Bengkayang dan Landak. Dalam perkembangan peradabannya, kebudayaan suku Dayak Hibun mengalami banyak perjumpaan dengan kebudayaan-kebudayaan baru yang dibawa oleh orang luar. Salah satu kebudayaan baru itu adalah Gereja Katolik. Kehadiran Gereja Katolik di tengah-tengah masyarakat suku Dayak Hibun bagaikan dua sisi mata uang yang saling berkaitan. Di satu pihak Gereja Katolik memberikan pemahaman baru terkait cara hidup berbudaya sekaligus beriman Kristiani. Namun di pihak lain, kehadiran Gereja Katolik menjadi polemik, sebab banyak menghilangkan unsur-unsur kebudayaan yang telah menjadi akar tradisi masyarakat Dayak Hibun. Melalui karya tulis ini, penulis hendak mengajak para pembaca untuk melihat tali penguhung yang mengkaitkan dua entitas yang berbeda ini, yaitu inkuturasi.  Inkulturasi merupakan jalan masuk yang cocok untuk mengharmoniskan kedua unsur ini sehingga bisa berjalan bersama dan bekerjasama tanpa harus saling melenyapkan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>kristiani dan budaya</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2018</topic>
 </subject>
 <classification>261</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261 Chr k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">14.023</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>261 Chr k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1729</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>