<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17202">
 <titleInfo>
  <title>Untuk Semua Yang Beragama:</title>
  <subTitle>Agama dalam Pelukan Filsafat, Politik dan Spiritualitas</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wattimena, Reza A.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 218hlm; 15,5x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di abad ke-21 ini, agama tetap memainkan peranan besar di dalam hidup manusia. Berjuta kritik sudah diarahkan kepadanya. Namun, agama memperbarui diri dan tetap mengembangkan sayapnya di abad ilmu pengetahuan dan teknologi ini. Ia tetap memberikan warna bagi hidup pribadi orang, sekaligus kepada tata politik global yang semakin kompleks. Namun, dalam perjalanan, agama kerap digunakan oleh kepentingan sempit untuk mengacaukan keadaan. Agama dipakai untuk memecah belah, dan membenci satu sama lain. Agama juga digunakan untuk mengancam keamanan dan ketertiban sosial. Di berbagai belahan dunia, agama juga dijadikan pembenaran untuk kekerasan dan terorism. Ayat-ayat tertentu digunakan untuk membenarkan sikap jahat terhadap perbedaan. Tidak hanya itu, agama juga membelenggu kebebasan berpikir dan sikap kritis. Di banyak tempat, agama justru menjadi sumber masalah yang menyebabkan keterbelakangan pikiran dan kemiskinan hidup. Untuk menanggapi ini secara tepat, agama harus diangkat ke tingkat spiritualitas. Ia harus menjadi terbuka pada perbedaan dan perubahan. Untuk itu, agama justru harus kembali ke akarnya sendiri, yakni pengalaman kesatuan dengan Tuhan, dan dengan segala yang ada.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Agama, filsafat</topic>
 </subject>
 <classification>200.1</classification>
 <identifier type="isbn">9789792163933</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>200.1 Wat u</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19926</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>200.1 Wat u</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Untuk_Semua_yang_Beragama.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17202</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-07-06 09:33:18</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-08-19 08:31:15</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>