<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17200">
 <titleInfo>
  <title>Tradisi Beduruk Suku Dayak Desa:</title>
  <subTitle>Harmoni antara Tuhan, Manusia dan Alam</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nyaming, Fransiskus Gregorius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Melawi</placeTerm>
   <publisher>Sekaban</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xviii + 84hlm; 14x20cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini berjudul Tradisi Beduruk Suku Dayak Desa, Harmoni antara Tuhan, Manusia dan Alam. Tradisi Beduruk adalah bagian dari aktivitas berladang. Dengan kata lain, para peladang lah yang telah melahirkan dan empunya tradisi yang berharga ini. Tradisi ini lahir dari kesadaran penuh akan pentingnya alam bagi kelangsungan hidup bersama, juga kesadaran penuh akan pentingnya saling membantu dalam hidup bersama. Oleh karena itu, tradisi ini sesungguhnya mengajak para peladang agar menjaga dan merawat alam serta mengolahnya dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Dan mereka sungguh menjawab dan mewujudkan panggilan luhur tersebut. Lewat buku ini, pertama-tama penulis hendak memberikan pendasaran logis akan aktivitas perladangan yang dilakukan oleh para peladang. Dengan pendasaran logis dimaksudkan bahwa aktivitas berladang mempunyai beberapa proses atau tahap yang harus dilewati. Proses atau tahap tersebut, meski tidak tertulis, merupakan semacam aturan yang harus dipatuhi semua warga. Selanjutnya dan ini kiranya yang penting, penulis hendak memberikan pendasaran biblis-teologis atas aktivitas perladangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Dayak</topic>
 </subject>
 <classification>306</classification>
 <identifier type="isbn">9786239188719</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>306 Nya t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19924</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>306 Nya t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Tradisi_Beduruk.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17200</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-07-06 09:13:10</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-08-08 09:22:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>