<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17196">
 <titleInfo>
  <title>Penghormatan Kepada Orang Meninggal (Suatu analisa kritis atas upacara-upacara orang meninggal masyarakat suku Sikka Krowe dalam Terang Direktorium Kesalehan Umat dan Liturgi Bab 7)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Dr. Antonius Denny Firmanto, M.Pd</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Robert Pius Manik, Ph.D.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Agustinus Lie, Lic.Th.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ruslin, Klementius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 227hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Praktik upacara-upacara penghormatan bagi orang meninggal masih memiliki peran yang cukup penting bagi masyarakat suku Sikka Krowe. Dengan merayakan upacara-upacara bagi orang meninggal itu, masyarakat suku Sikka Krowe menunjukkan kepercayaannya terhadap Wujud Tertinggi sebagai yang melahirkan dan melindungi, menyatakan bentuk penghargaannya terhadap sanak keluarga yang telah meninggal dunia, dan ungkapan kepercayaan terhadap roh-roh orang meninggal yang masih memiliki pengaruh bagi seluruh peziarahan hidup mereka di muka bumi ini. Menyaksikan fenomena penghormatan bagi orang meninggal masyarakat suku Sikka Krowe demikian, tesis ini mencoba mengkaji upacara-upacara penghormatan bagi orang meninggal dalam suatu analisis kritis. Analisis kritis ini menyelidiki penghayatan masyarakat suku Sikka Krowe terhadap praktik penghormatan bagi orang meninggal dan menyelidiki penghayatan umat Katolik pada umumnya terhadap Direktorium Kesalehan Umat dan Liturgi Bab 7. Analisis kritis ini merupakan suatu kajian dari pengembangan metode model terjemahan teologi kontekstual. Analisis kritis ini dipakai untuk menyelidiki praktik penghormatan bagi orang meninggal masyarakat suku Sikka Krowe dalam terang Direktorium Kesalehan Umat dan Liturgi Bab 7. Dari penelitian di atas, ditemukan bahwa ada sebagian kepercayaan-kepercayaan lokal masyarakat suku Sikka Krowe memiliki nilai relevan dengan ajaran iman Katolik seperti keberadaan Allah, keberadaan roh-roh orang meninggal, dan konsep hidup setelah kematian. Dari analisis di atas, kesimpulan yang dapat ditarik ialah gejala praktik sistem keagamaan berganda ini amat tidak baik bagi perkembangan penghayatan penghormatan bagi orang meninggal masyarakat suku Sikka Krowe dan penghayatan iman menurut ajaran Gereja Katolik. Gejala ini bisa mendatangkan sinkretisme dalam menjalankan upacara-upacara penghormatan bagi orang meninggal. Kesimpulan ini berdasarkan atas tinjauan dari aspek positif dan negatif antropologis dan teologis, menerjemahkan penghormatan bagi orang meninggal menurut Direktorium Kesalehan Umat dan Liturgi Bab 7, dan refleksi teologis atas upacara-upacara orang meninggal. Dari kesimpulan itu, tesis ini menganjurkan supaya ajaran iman Gereja tentang penghormatan orang meninggal dalam Direktorium Kesalehan Umat dan Liturgi Bab 7 harus diterjemahkan ke dalam upacara-upacara orang meninggal masyarakat suku Sikka Krowe.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Flores</topic>
 </subject>
 <classification>959.86</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.86 Rus p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17.01012</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>959.86 Rus p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17196</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-06-23 11:38:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-23 10:12:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>