<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17185">
 <titleInfo>
  <title>Allah Persekutuan yang Misioner dalam Ikon Trinitas Andre Rublev dan Relevansinya Bagi Misi Gereja Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Raymundus I Made Sudhiarsa, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Dr. Petrus Maria Handoko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Gregorius Pasi, Lic.Th</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Diaz, Fransiskus Mayrezky</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 175hlm; 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tesis ini berangkat dari sebuah keprihatinan bahwa misteri tentang Allah Tritunggal dipandang tak mempunyai relevansi dalam kehidupan. Keprihatinan kedua adalah dunia kerap kali dipecah belah oleh kekerasan dan perbedaan. Keprihatinan ketiga, misteri Allah Tritunggal seringkali jarang disampaikan sehingga doktrin Trinitas menadi seperti benda kuno di museum. Maka penulis hendak menyampaikan gagasan Allah Tritunggal dalam bentuk baru yakni lewat ikon Trinitas Andre Rublev. Pemaham yang ditawarkan penulis dalam tesis ini adalah Allah Trinitas sebagai Allah Persekutuan yang misioner. Tiga Pribadi Allah yang berbeda senantiasa bermisi bersama sama bagi keselamatan dunia. Misi Allah terbuka bagi setiap orang. Setiap orang diundang masuk ke dalam persekutuan hidup bersama Allah. Penulis menemukan bahwa Ikon Trinitas Andre Rublev mengungkapkan Allah Tritunggal sebagai Allah Persekutuan yang misioner. Ikon Andre Rublev diinspirasi dari kisah Kej. 18: 1-15. Ikon ini melukiskan communio, kesatuan Ilahi dari Trinitas dan juga Missio Dei, misi Allah bagi dunia. Melalui ikon, tampak bahwa ketiga Pribadi walaupun berbeda tetapi satu dalah hakekat dan dalam misi. Ikon ini juga mengungkapkan ajaran perischoresis, yakni kesatuan komunio Allah Tritunggal. Dalam pengerjan tesis ini penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan. Selain itu penulis juga menggunakan metode pengamatan visual pada duplikat ikon Trinitas Andre Rublev yang ada di hampir seluruh pustaka rujukan. Penulis berpendapat bahwa Misteri keselamatan Allah Tritunggal sebagai Allah Persekutuan yang misioner ini mendapatkan wujudnya dalam misi Gereja, khususnya dalam konteks Gereja Indonesia. Nilai-nilai kasih, persekutuan dan misi dalam Allah Tritunggal dapat diterapkan Gereja dalam bermisi di Indonesia yang diwarnai oleh keragaman suku, bangsa dan budaya. Nilai komunio dan misi dalam Allah Tritunggal dapat memberi sumbangan untuk misi Gereja Indonesia. Misi Gereja dapat diwujudkan dalam dua cara: misi Gereja ke dalam dan ke luar. Dalam misi Gereja Indonesia ke dalam (ad intra), Gagasan communio in missione Allah Tritunggal dapat memberi ilham untuk membentuk dan membina persekutuan dalam Gereja: dalam keluarga, dalam komunitas basis dan dalam dialog ekumenis. Dalam misi Gereja ke luar (ad extra), gagasan communio in missione Allah Tritunggal dapat mengilhami Gereja untuk bermisi memperjuangkan keadilan dan kesetaraan dalam masyarakat, menanamkan sikap dialog antar agama serta membentuk komunitas seniman pelukis lintas agama. Dengan cara ini, Gereja dapat menampakkan keberadaan Allah Tritunggal dalam misinya di Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 Dia a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17.01006</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>230 Dia a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17185</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-06-20 10:07:04</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-23 10:09:43</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>