<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17128">
 <titleInfo>
  <title>Pemikiran Modern dari Machiavelli sampai Nietzsche</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hardiman, F. Budi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 299hlm; 15,5x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Suatu hari Rousseau kehilangan arlojinya karena dicuri orang, Ah, untunglah, katanya, sekarang aku tak perlu melihat jam lagi hingga juga tak perlu menghitung waktu. Cerita ini hanyalah salah satu fragmen dalam buku yang memuat pemikiran sekitar 50 filsuf modern selama kurang lebih 400 tahun ini, mulai dari Machiavelli di zaman Renaisans abad ke16 sampai dengan pemikiran Nietzsche di akhir abad ke-19. Penulisnya mengaiak kita tidak hanya untuk mendalami ide-ide besar, seperti aku berpikir, maka aku ada (Descartes) atau yang rasional itu real, yang real itu rasional (Hegel). Gagasan-gagasan para filsuf modern itu kerap tidak nyaman di telinga para penjaga status quo, kedengaran subversif bagi rezim politis, bidah bagi ortodoksi agama, dan sinting bagi mediocrity. Namun merekalah yang membuka jalan bagi kebebasan berpikir. Tanpa mereka kiranya orang tak pernah berani secara rasional mendekati misteri manusia, masyarakat, dunia, dan tuhan seperti yang kini berkembang dalam berbagai ilmu modern. Sains, teknik, ekonomi kapitalistis, negara hukum dan demokrasi modern berpangkal dari sebuah pemahaman filosofis yang lalu meniadi elemen modernitas kita, yakni, subiektivitas (rasionalitas), idea kemaiuan (the idea of progress) dan kritik. Para filsuf modern mengembangkan ketiga elemen kesadaran modern itu dalam berbagai ajaran, mulai dari humanisme Renaisans, rasionalisme, empirisme, kritisisme, idealisme, materialisme, romantisme, dan positivisme.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat barat modern</topic>
 </subject>
 <classification>190</classification>
 <identifier type="isbn">9789792162318</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>190 Har p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17877</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>190 Har p</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19886</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan S-2</sublocation>
    <shelfLocator>190 Har p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Pemikiran_Modern_dari_Machiavelli.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17128</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-30 10:59:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-21 12:10:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>