<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1709">
 <titleInfo>
  <title>Belas Kasih Allah Menurut Henri J.M. Nouwen dan Relevansinya Bagi Hidup Kristiani</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Yustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Paulinus Yan Olla</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adon, Mathias Jebaru</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 137hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu persoalan yang kita hadapi dewasa ini adalah pengertian kita tentang belas kasih umumnya dimengerti sebagai bersikap ramah dan lemah lembut kepada mereka yang menderita. Kurang lebih kita menggambarkan sikap belas kasih dengan sikap belas kasihan. Padahal belas kasih adalah suatu kemampuan untuk dapat menempatkan diri dalam perasaan, pikiran dan situasi eksistensial orang lain, dan disamping itu memahami penderitaan orang lain atau bangsa lain. Namun Persoalannya belas kasih bukanlah pusat perhatian kita, bukan pula pendirian kita yang utama dalam kehidupan. Apa yang sesungguhnya kita inginkan adalah berhasil dalam kehidupan, maju dan menjadi yang pertama. Berdasarkan hal ini, Henri Nouwen mengajak setiap orang untuk mengambil suatu pandangan kritis terhadap pengertian belas kasih. Menurut Henri Nouwen, pengertian kita akan belas kasih akan berkembang jika kita bersandar pada belas kasih Allah. Belas kasih Allah menurut Henri Nouwen adalah belas kasih yang tidak diwarnai oleh persaingan. Sebab Allah adalah kasih, karena itu Ia tidak mungkin bersaing dengan kita. Singkatnya Allah dapat sepenuhnya berbelas kasih, karena Ia tidak membandingkan diri-Nya dengan kita dan demikian tidak bersaing dengan kita. Karena Ia adalah Allah, Ia dapat sepenuhnya seperti kita, Ia mengambil bagian dalam hidup manusia, masuk dalam pergulatan manusia yang terjadi dalam ruang dan waktu. Dengan kata lain, belas kasih Allah menurut Henri Nouwen bukanlah kerahiman “ompong” (kosong, tootless mercy) tetapi suatu keinginan kuat untuk menanggapi penderitaan-penderitaan yang berada di dunia kita ini. Hal ini terlihat jelas dalam hidup Yesus. Dalam Kristus kita menemukan bagaimana seluruh hidup-Nya ditujukan pada karya belas kasih yang dilaksanakan dalam ketaatan yang mutlak kepada Allah. Kematian-Nya di kayu salib adalah puncak tindakan Allah yang menanggalkan diri-Nya, dengan mengorbankan diri-Nya sendiri untuk mengangkat kembali manusia dan menyelamatkannya. Di sinilah ketaatan dan perhatian Kristus yang penuh kepada Bapa menemukan bentuknya yang paling radikal. Berdasarkan hal ini setiap orang Kristiani diundang untuk mewujudkan kasihnya kepada Allah dengan menghargai sesama sebagai rupa Allah. Sebab kasih kepada sesama dan kerahiman adalah makna yang fundamental dan sentral dari hidup kristiani. Tanpa kasih apapun yang lain yaitu, kenabian, pengertian misteri, pengetahuan, iman bahkan karya-karya besar dan perbuatan-perbuatan karitatif, semua itu tidak ada apa-apanya. Karena kasih adalah inti dan ringkasan hidup Kristiani.</note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kekristenan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2018</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Ado b</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">14.008</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1709</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>