<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17084">
 <titleInfo>
  <title>Relasi Perempuan dengan Negara dan Gereja [Buku:</title>
  <subTitle>Geliat Membela Martabat Perempuan]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lie, Anita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teresa S.R., Merry (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>Dioma &amp; STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>iv + 153-160hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana; Vol.16 No.Seri 15, 2006</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Perbincangan dan perjuangan perempuan berkaitan dengan peran perempuan dalam kehidupan publik merupakan sesuatu yang relatif baru sehingga seringkali memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat. Perjuangan dalam proses pencarian identitas politik bagi perempuan seringkali diberi label feminisme. Ada beberapa aliran feminisme mulai dari feminisme kultural, liberal, sosial, dan radikal. Titik berangkat gerakan feminisme pada umumnya adalah ketidak-setaraan dan ketidak-adilan gender dalam masyarakat yang didominasi oleh budaya patriakhis. Dalam budaya ini, ide, nilai-nilai, norma dan kebiasaan masih menempatkan perempuan dalam posisi yang tidak setara dengan laki-laki dalam keluarga dan masyarakat. Tindakan pelecehan, penindasan, dan diskriminasi terhadap perempuan masih banyak terjadi baik pada tingkatan keluarga, gereja, dan masyarakat. Maka dari itu gerakan feminisme adalah gerakan perlawanan. Namun gerakan feminisme tidak seharusnya diartikan sebagai perlawanan terhadap laki-laki melainkan perlawanan oleh perempuan dan laki-laki sebagai mitra terhadap ketimpangan dan ketidak-adilan agar kehidupan menjadi lebih manusiawi baik bagi perempuan maupun bagi laki-laki.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teologi</topic>
</subject>
<classification>230</classification>
<identifier type="isbn">14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Ter g</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">13109-J</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>230 Ter g</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Geliat_Membela_Martabat_Perempuan.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17084</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-24 11:07:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>