<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17067">
 <titleInfo>
  <title>KOMA:</title>
  <subTitle>Sebuah Novel</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gunawan, FX. Rudy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Spasi &amp; VHR Book</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 187hlm; 13 x 20cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Saat bangsa Roma, bangsa yang pertama kali mengembangkan konsep jalan raya, merancang jalan untuk kota, mereka menetapkan ukuran lebar jalan 143,5 cm. Mengapa harus demikian? Ternyata kereta yang mereka gunakan saat berperang ditarik oleh dua kuda dan bila ditempatkan berdampingan kedua kuda akan jadi selebar 143,5 cm. Dan lebar rel kereta api yang kita lihat saat ini ditentukan oleh bangsa Roma. Saat orang-orang mulai berimigrasi ke Amerika Serikat dan mulai membangun jaringan rel kereta di sana, mereka tidak berpikir untuk mengubah lebar rel kereta. Hal itu bahkan berpengaruh pada pembangunan stasiun ruang angkasa. Para insinyur di Amerika berpikir bahwa tanki bahan bakar untuk pesawat luar angkasa seharusnya berukuran lebih lebar dari 1435 cm. Namun tangki bahan bakar tersebut dibuat di Utah dan harus dikirim ke Pusat Pengendalian Luar Angkasa di Florida menggunakan kereta api sedangkan terowongan kereta tidak bisa memuat gerbong yang lebih lebar dari itu. Terpaksa mereka menerima ukuran yang dianggap orang Roma paling ideal untuk lebar kendaraan. Hal itu ternyata berlaku pula bagi perkawinan. Saat dua orang menikah, mereka harus tetap seperti itu sepanjang hidup. Mereka akan berjalan beriringan seperti halnya dua besi yang terhubung menjadi rel kereta api berusaha menjaga lebar tersebut agar tidak berubah. Bahkan jika suatu waktu salah satu dari keduanya perlu sedikit menjauh atau mendekat hal itu melanggar aturan. Aturannya jelas: kau harus sensitif, pikirkan masa depan, pikirkan anak-anakmu. Kau tak dapat berubah. Kau harus seperti dua baja rel kereta api yang lebarnya selalu tetap sama sepanjang jalan mulai dari titik keberangkatan hingga titik tujuan. Aturan itu tidak memperbolehkan cinta untuk berubah. Itu terlalu berbahaya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Fiksi Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn">9789791685245</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 Gun k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">14478</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>899.221 Gun k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Koma-Sebuah_Novel.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17067</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-02 09:54:02</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>