<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17008">
 <titleInfo>
  <title>Yohanes Paulus II:</title>
  <subTitle>Gereja Berdialog</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cahyadi, T. Krispurwana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>312hlm: 13x18cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hal yang indah dan luar biasa karena pada halaman cover depan buku ini tercetak kata-kata BUYA SYAFII MAARIF: Paus Yohanes Paulus II dikenal sebagai sosok humanis yang berhati lapang. Sejalan dengan semangat Konsili Vatikan II baginya keselamatan tidak hanya terbuka buat umat Katolik tetapi juga buat umat-umat lain di luar itu. Maka dialog lintas orang beriman menjadi sebuah keniscayaan. Tidak sedikit yang telah dibuatnya, banyak pula yang telah dituliskannya, demikian pula yang diajarkan dan dikatakannya. Ini berarti tidak terhitung sumbangannya tidak saja bagi Gereja Katolik tetapi juga bagi dunia. Dalam konteks kemajemukan agama kepercayaan di Indonesia, gagasan Yohanes Paulus II mengenai dialog agama dalam buku ini menjadi sangat penting dan relevan dibutuhkan dan mendesak lebih daripada masa-masa sebelumnya. Paus Yohanes Paulus II dikenal sebagai Paus Dialog sebab dia senantiasa hendak mendorong semakin terwujudnya dialog antaragama. Malahan dikatakan bahwa dialog agama merupakan salah satu elemen dasar bahkan diprioritaskannya dalam ajaran dan masa kepausannya. Dialog antaragama itu diletakkan dalam prioritas akan kepentingan perdamaian dunia dan penghargaan akan keluhuran martabat manusia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Agama, kerukunan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kerukunan antar umat beragama</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn">9789792130324</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 Cah y</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16353</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>230 Cah y</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Yohanes_Paulus_II_Gereja_Berdialog.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17008</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-11 09:30:21</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>