<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="16913">
 <titleInfo>
  <title>Tajuk-tajuk Mochtar Lubis di Harian Indonesia Raya (Seri 2):</title>
  <subTitle>Korupsi dan Ekonomi, Pendidikan dan Generasi Muda, Hukum, ABRI</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lubis, Mochtar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayasan Obor Indonesia</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxii + 574hlm; 14,5 x 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri 2</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Kumpulan tulisan Mochtar Lubis di harian Indonesia Raya memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai Indonesia era Orde Baru. Seri kedua yang dikategorikan berdasarkan korupsi dan ekonomi, pendidikan dan generasi muda, hukum, dan ABRI, memudahkan pembacanya untuk mencari tahu keadaan Indonesia di bawah Soeharto. Tulisan kritis Mochtar Lubis yang emosional patut untuk dijadikan contoh para jurnalis Indonesia yang sekarang lebih suka cari aman dengan memperhalus kata-kata dalam menulis kritik yang ditujukan kepada pemerintah. Dengan format tiga paragraf setiap tulisan Mochtar Lubis menorehkan ke-ciri khas-an-nya di buku ini. Meskipun demikian tidak jarang saya menemui tulisan yang kurang relevan dengan pemikiran saya. Mungkin karena perbedaan zaman dan pendidikan pada masa itu dengan sekarang membuat saya satu-dua kali merasa jengkel dengan Mochtar Lubis. Salah satunya dalam tulisannya yang melarang pemuda untuk berambut gondrong. Kritik lainnya terhadap tulisan Mochtar Lubis adalah keberpihakannya terhadap pemerintah yang saya lihat sedikit-banyak mengarah pada bentuk penjilatan kepada pemerintah. Soe Hok Gie pernah berkata bahwa Mochtar Lubis sempat menjadi pengkhianat para kaum intelektual mungkin itu yang dimaksud olehnya. Jika Mochtar Lubis tahu bahwa 32 tahun kekuasaan Orde Baru merupakan kejahatan terbesar di bumi Indonesia ini melebihi era Orda Lama.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Indonesia-politik dan pemerintahan</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>Indonesia-keadaan ekonomi dan sosial</topic>
</subject>
<classification>959.8</classification>
<identifier type="isbn">9794612782</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>959.8 Lub t</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">9011</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>959.8 Lub t</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Tajuk2_Mochtar_Lubis_2.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>16913</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-24 12:35:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>