<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="16657">
 <titleInfo>
  <title>Bersyukur Menurut Model St.Paulus, dan Relevansinya dalam Hidup Umat Kristiani Indonesia (Tinjauan spiritualitas)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Merry Teresa, Lic. Th.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ramut, Marselinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi + 74hlm; 21x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam kehidupan Kristiani, St. Paulus adalah salah satu tokoh yang sangat istimewa bagi perkembangan iman Kristen. Gagasannya terhadap pribadi Yesus Kristus masih terasa sampai sekarang. Sebagai contoh; banyak orang Kristen sampai sekarang menyebut Juruselamatnya dengan sebutan Kristus, tetapi mereka kurang menyadari bahwa ungkapan ini merupakan warisan dari St. Paulus. Semua gagasan ini berawal dari peristiwa di Damsyik. Setelah peristiwa di Damsyik, seluruh hidup St. Paulus diabadikan untuk mewartakan Injil. Sehingga ada tokoh-tokoh yang beranggapan bahwa agama Kristen itu didirikan oleh St. Paulus. Akan tetapi, pandangan ini merupakan suatu pandangan yang berlebihan karena apa yang dilakukan oleh St. Paulus hanya melanjutkan apa yang telah dimulai oleh Kristus sendiri. Jikalau kita membaca surat-surat St. Paulus, khususnya pada pembukaannya, kita akan menemukan bagaimana ia selalu mengawali suratnya dengan mengucap syukur. Santo Paulus sering mengungkapkan syukur ini untuk menyertai salam pembukaan 'kasih dalam Kristus'. Misalnya, dalam surat kepada jemaat di Filipi, setelah mengucapkan salam pembukaan 'kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah', ia mengungkapkan syukurnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ucapan syukur ini mengalir dan bermuara dari iman dan kasih yang mendalam kepada Kristus. Ucapan syukur hanya memiliki makna ketika dilakukan dan dihayati dalam nama Yesus Kristus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kekristenan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2011</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Ram b</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">06.000034</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Ram b</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>16657</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-19 08:20:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>