<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="16168">
 <titleInfo>
  <title>Stri (Jurnal Studi Wanita):</title>
  <subTitle>Perempuan Perkasa di Tengah Hutan</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hidayat, Rahayu Surtiati (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Program Kajian Wanita Program Pascasarjana UI</publisher>
   <dateIssued>2002</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ii + 193hlm; 16x24cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Stri - Jurnal Studi Wanita (Vol.1 No.2 Desember 2002)</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Pada beberapa tahun terakhir ini kekerasan terhadap perempuan menjadi wacana tidak hanya di lingkungan penegak hukum, tetapi juga dan terlebih lagi, di kalangan akademisi dan aktivis perempuan. Dua pandangan awam perlu dikemukakan: pertama, kekerasan terhadap perempuan berarti siksaan fisik yang dialami perempuan; kedua, rumah tangga merupakan tempat aman bagi perempuan karena bebas kekerasan terhadap perempuan. Padahal, ternyata bahwa perempuan berisiko mengalami kekerasan tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara psikis dan ekonomis. Apalagi, perempuan sering mengalami kekerasan itu di rumah tangga, artinya istri, ibu, anak perempuan rentan terhadap kekerasan. Apa pun fenomena yang yang diamati, semua tulisan menggambarkan kedudukan perempuan yang tidak setara dengan laki-laki. Itulah implikasi dari nilai-nilai yang dianut masyarakat yang berbudaya patriarki. Dengan kata lain, hubungan perempuan-lelaki yang lebih baik (baca seimbang) masih merupakan impian dan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Wanita</topic>
</subject>
<classification>305.42</classification>
<identifier type="isbn">ISSN14124033</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>305.42 Hid s</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">11537</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>305.42 Hid s</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>STRI-Jurnal_1.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>16168</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-23 08:47:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>