<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="16138">
 <titleInfo>
  <title>Tantangan Pembangunan di Indonesia:</title>
  <subTitle>Beberapa Pandangan Kontemporer dari Kampus</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mahfud, Moh. (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>UII Press</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 311hlm: 16x24cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembangunan yang berjalan sampai sekarang memang banyak mengundang perhatian, kekaguman sekaligis pertanyaan. Apakah sebenarnya pedoman yang dipakai sebagai kunci perjalanan bangsa ini? Dasar negara dan GHBN ternyata jawabnya. Boleh dikata, keberhasilan pembangunan bangsa ini mengesankan beberapa negara. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari apa yang sudah dijalankan. Juga patut diperhatikan dan layak diperhitungkan kesadaran kritis masyarakat untuk ikut andil dalam menyorot berbagai dampak buruk pembangunan. Itu tak berarti pembangunan ini gagal melainkan ada hasrat besar dari masyarakat untuk ikut merumuskan ke arah mana pembangunan semustinya berjalan. Ada keharusan mulai sekarang untuk memposisikan masyarakat sebagai subyek dan posisinya sejajar dengan negara. Yang ingin dikatakan, adalah bagaimana pembagunan itu selain mengangkat taraf hidup juga sekaligus kesadaran kritis masyarakat. Karena itu, buku ini sebagai butir-butir usulan, meyakini satu hal, bahwa suatu negara bila ingin maju harus punya keberanian untuk selalu terbuka pada kritik dan saran.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>pendidikan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>hukum</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ekonomi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pembangunan masyarakat</topic>
 </subject>
 <classification>307</classification>
 <identifier type="isbn">9798413059</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>307 Mah t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8994</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>307 Mah t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Tantangan_Pembangunan_di_Indonesia.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>16138</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-21 09:28:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>