<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15700">
 <titleInfo>
  <title>Untuk Selama-Lamanya!? Mengucapkan, Menempati dan Memutuskan Perjanjian</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cipta Loka Caraka</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haughey, John C.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Cipta Loka Caraka</publisher>
   <dateIssued>2000</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>120hlm; 13,5x18,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Iman Pusat Hidupku</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Banyak orang segan berjanji, karena risikonya dianggap terlalu besar. Lain orang berjanji saja, namun tidak begitu peduli apakah mereka mau dan bisa melaksanakan janji-janji mereka. Inilah orang yang dangkal dan tidak dapat dipercaya. Sedangkan mereka yang segan mengadakan perjanjian yang mengikat, berpegang pada nilai-nilai lain, terutama mau lepas bebas. Sikap ini dapat menutup pintu untuk perkembangan kepribadian, yang mau tak mau mengandaikan pilihan yang tegas dan dipegang teguh. Dalam buku ini masalah mengikat diri dengan berjanji dalam pernikahan, kaul, persahabatan didekati dengan seksama. Bagaimana kalau memegang janji dirasa terlampau berat atau keadaan berubah secara mendalam? Apakah kesetiaan selalu merupakan jalan untuk berkembang sebagai pribadi dan sebagai seorang beriman? Mana syarat-syaratnya supaya orang jangan setia saja karena merasa harus patuh pada apa yang pernah dijanjikan, walaupun obyek janji itu sudah tidak ada lagi? Hakekat perjanjian sebagai keterikatan yang dinamis itu diuraikan selangkah demi selangkah dan diterangkan dengan contoh hidup Yesus, Santa Perawan Maria dan Rasul Paulus.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>hidup kekristenan</topic>
</subject>
<classification>248.4</classification>
<identifier type="isbn"></identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>248.4 Hau u</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">17531</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>248.4 Hau u</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Untuk_Selama-Lamanya.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>15700</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-19 08:46:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>