<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15593">
 <titleInfo>
  <title>Quo Vadis Papua</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Numberi, Freddy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Bhuana Ilmu Populer</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>liii + 636hlm; 16x24cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebagai Anak Bangsa dan warga negara Indonesia yang berdarah Papua, yang lahir dan besar di Papua, sungguh saya merasa sangat prihatin menyaksikan kondisi Papua hingga sekarang ini. Konflik dan kekerasan masih terus mewarnai Papua yang sebagian besar rakyat-masyarakatnya terus hidup dalam ketertinggalan, kemiskinan, kebodohan, dan kondisi kesehatan yang buruk. Secara umum, darah dan air mata masih terus mengalir di Wilayah Tanah Papua. Buku ini saya tulis sama sekali didasarkan pada jiwa, nafas dan kerangka NKRI. Bahwa Papua merupakan bagian integral NKRI. Bahwa Papua adalah pilar NKRI. Sebagaimana perjalanan sejarahnya, Papua adalah bagian tidak terpisahkan dari Nusantara Indonesia. Tanpa Papua bukanlah NKRI namanya. Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan Papua terus tenggelam dalam serangkaian konflik dan kekerasan, serta terpuruk dalam kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan berbagai ketidakadilan serta stigma OPM dan sebutan-sebutan negatif lainnya yang berkepanjangan agar tidak mati dalam kehidupan di tanah negerinya sendiri yang berlimpah kekayaan dan dalam kehidupan bersama anak bangsa dalam wadah NKRI.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Indonesia, sejarah</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Sejarah Indonesia (Papua)</topic>
 </subject>
 <classification>959.8</classification>
 <identifier type="isbn">9786022495017</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.8 Num q</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18334</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>959.8 Num q</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Quo_Vadis_Papua.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15593</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-23 10:10:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>