<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15483">
 <titleInfo>
  <title>Sakral dan Profan:</title>
  <subTitle>Menyingkap Hakikat Agama [Judul asli: The Sacred and the Profane]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eliade, Mircea</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurwanto (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Fajar Pustaka Baru</publisher>
   <dateIssued>2002</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vii + 282hlm: 13x20cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sepanjang sejarah manusia, ada perbedaan mendasar antara manusia religius dan non-religius. Bagi manusia religius, ruang dan waktu tidaklah homogen, melainkan heterogen. Ada ruang tertentu dan waktu tertentu yang berbeda dengan lainnya. Perbedaan tersebut disebabkan oleh sifat istimewa yang mereka miliki sifat sakral. Ruang sakral dan waktu sakral sangat penting bagi manusia religius apa pun agama mereka sebagai penghubung dengan yang Ilahi. Umat Kristiani tidak menyembah salib, orang Islam tidak menyembah Ka'bah, orang Hindu tidak menyembah patung Shiwa, dan orang Budhis juga tidak menyembah patung Budha. Benda-benda di atas bukan objek sesembahan, melainkan simbol-simbol yang menghadirkan ke-ilahian. Salib, Ka'bah atau patung hanyalah benda-benda biasa. Tetapi mereka berbeda dengan kayu atau batu yang lain karena mereka memiliki sifat sakral, sebagai sarana manusia berhubungan dengan yang ilahi. Sedangkan bagi manusia non-religius, sebagaimana yang terjadi pada masyarakat industri Barat modern, ruang dan waktu bersifat homogen. Tidak ada ruang istimewa, dan tidak ada waktu istimewa. Fenomena ini kemudian kita kenal dengan istilah desakralisasi, atau pengingkaran terhadap adanya sesuatu yang sakral. Masyarakat modern merasa terasing dalam kehidupan dunia, karena mereka tidak lagi memiliki sarana komunikasi dengan Yang Ilahi. Buku ini merupakan pengantar paling populer yang pernah ditulis mengenai hakikat agama. Dengan sudut pandang yang memadukan pendekatan historis dan analisis fenomenologi terungkaplah apa yang menjadi inti terdalam dari agama manusia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>dialog antar umat beragama</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Agama, perbandingan</topic>
 </subject>
 <classification>291</classification>
 <identifier type="isbn">9799555667</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>291 Eli s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10949</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>291 Eli s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Sakral_dan_Profan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15483</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-18 09:11:48</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>