<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15431">
 <titleInfo>
  <title>Seribu Angin:</title>
  <subTitle>Upaya Membenturkan Antar Kiai Lewat Panggung Politik</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alco, Fawzy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Qirtas</publisher>
   <dateIssued>2003</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvii + 241hlm: 12x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berbeda pendapat di antara kiai adalah satu hal yang lazim terjadi, apalagi dalam upaya mencari jalan terbaik untuk umat. Tetapi, ketika perbedaan itu terkait dengan status politik kiai sebagai tokoh partai, maka persoalannya menjadi tidak sederhana. Konflik perebutan kekuasaan di kalangan khos intra partai kerap kali membingungkan konstituen partai di belakang mereka. Ketika masing-masing pihak masih tetap bersikukuh dengan ambisinya, apalagi manuver dan aksi menelikung sudah mulai dilakukan, kemelut menjadi semakin meruncing dan genting. Perseteruan otak kaum khos bisa berubah menjadi konflik otot kaum awam. Pada akhirnya, bukannya maslahat yang tercapai malah madharat yang tergapai. PKB Situbondo adalah 'ruh' PKB Jawa Timur. Solidaritas Situbondo berarti solidaritas PKB secara nasional. Tidak ada kabupaten yang mayoritas kursinya dimiliki PKB, kecuali daerah ini. Seperti kultur NU pada umumnya, kepatuhan paternalistik, ewuh pakewuh, kultus dan management by charisma telah mewarnai kepemimpinan di PKB Situbondo. Hal ini berimbas pada kerap terabaikannya prinsip musyawarah dalam pengambilan kebijakan organisasi. Segalanya nyaris dipasrahkan pada ke arah mana angin berhembus. Semua ini terefleksikan dalam 'buku putih' ini. Mencoba jujur dengan diri sendiri penulis mengeksplorasi secara lugas tegas dan jelas kisah kisruh konflik antarkaum khos di tubuh DPC-PKB Situbondo.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>partai politik Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>324.2</classification>
 <identifier type="isbn">9799440521</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>324.2 Alc s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11615</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>324.2 Alc s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Seribu_Angin.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15431</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-29 08:47:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>