<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15234">
 <titleInfo>
  <title>Akar Konflik Sepanjang Zaman:</title>
  <subTitle>Elaborasi Pemikiran Ibn Khaldun</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Affandi, Hakimul Ikhwan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Pelajar</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 222hlm: 14 x 21,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Maraknya gerakan radikalisme atau kemunculan kelompok-kelompok yang dituduh teroris akhir-akhir ini dalam salah satu perspektif dapat dijelaskan sebagai respon atas kegagalan modernisme liberalisme dan demokrasi bahkan filsafat dalam menjelaskan berbagai krisis masyarakat modern. Kegagalan paradigma tersebut tidak diikuti oleh adanya paradigma alternatif yang mampu menjawab berbagai krisis. Kondisi yang demikian sebagaimana dijelaskan oleh Kuhn memunculkan anarkisme radikalisme bahkan berbagai tindakan teror yang mengancam kehidupan masyarakat itu sendiri. Bila modernisme dan demokrasi ternyata tidak mampu menghilangkan berbagai bentuk konflik termasuk kemunculannya dalam bentuk yang paling primitif seperti konflik antarsuku atau konflik berbasis identitas etnis lainnya. Realistiskan bila kita berambisi untuk mengakhiri konflik atau bahkan mengutuk konflik? Bagaimana kita menjelaskan berbagai tradisi kemanusiaan yang terjadi di arena konflik (dengan kekerasan)? Bagaimana kita bisa melangkah menuju kehidupan masyarakat yang lebih beradab (civilized)?</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>konflik</topic>
 </subject>
 <classification>303.6</classification>
 <identifier type="isbn">9793477547</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>303.6 Aff a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11812</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>303.6 Aff a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Akar_Konflik_Sepanjang_Zaman.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15234</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-02 10:16:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>