<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1504">
 <titleInfo>
  <title>Partisipasi Umat dalam Liturgi Melalui Musik dan Nyanyian</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Fransiskus Hardjosetiko, MA.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Agustinus Lie, Lic.Th.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jedau, Fridus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 104hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam tradisi Gereja, di antara semua bentuk kesenian yang digunakan dalam liturgi, musik menduduki tempat yang istimewa dan paling dominan dalam perayaan liturgi. Bahkan musik menjadi salah satu unsur dan bentuk ungkapan liturgi Gereja serta merupakan bagian integral dari liturgi itu sendiri. Keindahan musik menjadikan perayaan liturgis menjadi lebih agung dan membuat hati umat yang hadir lebih mudah dibangkitkan ke arah hal-hal surgawi. Maka, dalam perayaan-perayaan liturgis tidak ada hal yang lebih takwa dan menggembirakan daripada apabila seluruh umat mengungkapkan iman dan baktinya dalam nyanyian. Oleh karena itu umat perlu dibimbing kepada suatu kesadaran bahwa partisipasi mereka dalam liturgi akan menjadi penuh apabila masuk dalam bagian-bagian nyanyian yang menjadi hak mereka. Musik tidak sekedar selingan, tetapi juga memiliki peran penting untuk menumbuhkan dan mendewasakan iman umat. Karena itu musik harus bermutu, sebab seni itu harus membantu memperdalam iman dan kesucian, harus selaras dengan kebenaran yang mau diungkapkan dan mencapai tujuannya, yakni pemuliaan Allah dan pengudusan umat beriman. Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka syair-syair nyanyian Liturgi harus selaras dengan ajaran (iman) Katolik, bahkan terutama hendaklah ditimba dari Kitab Suci dan sumber-sumber Liturgi. Dengan demikian iman itu diungkapkan secara lebih agung, sehingga Allah layak dipermuliakan dan umat yang berhimpun dikuduskan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>liturgi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2014</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ibadat</topic>
 </subject>
 <classification>264</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>264 JED p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10.000004</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>264 Jed p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1504</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>