<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15005">
 <titleInfo>
  <title>Bali Menggugat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Setia, Putu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 390hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Apalagi yang bisa dipertahankan oleh Bali? Kukira tak ada lagi, kata seorang penyair dari Yogya. Pasir putih di lantai dan lambaian nyiur bukan lagi milik nelayan Bali. Itu milik orang Jakarta. Atau mungkin orang asing. Kau dengar lelaki ini cukup menjadi budak cewek bule. Dan Kuta sekarang sudah menjadi daerah asing; bukan seperti bagian dari Indonesia. Demikian sang penyair melengkapi. Banyak orang, termasuk para peneliti, bersepakat dengan penyair asal Yogya itu. Tetapi Putu Setia berbeda. Ia tidak memaparkan jawaban yang sederhana. Terlahir sebagai putra Bali, pernah wartawan, dan kini jadi pendeta, Putu Setia tidak menampik, Bali tak lagi sebagaimana dulu. Beberapa perubahan layak digugat. Namun, menyimpulkan Bali telah takluk digilas roda perubahan, ah itu terlalu gegabah. Putu melihat celah. Bali menggugat merupakan catatan-catatan Putu Setia atas perubahan sosial budaya yang terjadi di Bali dari soal ngaben, judi, teater, kesusastraan, penanggalan, arsitektur hingga urusan desa wisata. Mengulas perkembangan Bali sejak dekade 1970-an, buku ini terbit pertama kali pada 1986 dan diperbarui untuk merangkum yang terkini: awal dekade kedua abad keduapuluh-satu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Bali</topic>
 </subject>
 <classification>306</classification>
 <identifier type="isbn">9789799106773</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>306 Set b</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18146</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>306 Set b</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Bali_Menggugat.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15005</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-21 12:00:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>