<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14202">
 <titleInfo>
  <title>Catatan Pinggir Sejarah Aceh:</title>
  <subTitle>Perdagangan, Diplomasi dan Perjuangan Rakyat</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Madjid, M. Dien</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>OBOR</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiii + 430hlm; 16 x 24cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini merupakan cahaya di tengah gulita yang menyenandungkan kisah heroisme Teungku Husin Lueng Bata. Selaksa peristiwa yang dijelajahinya senantiasa aktual untuk ditelaah di era posteknologi seperti sekarang ini, kendati raganya hancur menyatu dengan debu waktu, namun suaranya akan tetap menggelegar dari liang lahatnya. Yang terpenting dari semua ini adalah upaya memekarkan pekik sorak patriotisme dan nasionalisme yang kian pudar. Keberanian Teungku Husin mengusir Belanda dengan segala kepongahannya, tak ubahnya seperti perjalanan sebuah bangsa yang menghadapi badai besar berupa cobaan yang mendera, baik dari luar maupun dari dalam. Terlebih penjajahan yang tervisualisasi di masa ini adalah penjajahan ide, yang kerap kali mengaburkan pandangan. Terlihat baik namun jahat. Di era kekinian, memupuk patriotisme dan rasa cinta akan kebangsaan, persaudaraan, dan visi kemandirian, merupakan nilai-nilai keutamaan yang dapat dipetik dari kisah heroic Husin Leung Bata. Belum lagi ketika menimbang keadaan sosial tempat Husin Lueng Bata berjuang, segera tubuh ini dilemparkan ke ranah penuh dengan kegetiran, ketakutan, namun tersembul pula keinginan untuk angkat senjata melawan segala bentuk penindasan. Nah, di era kontemporer, persiapan untuk berjuang tentu lebih kompleks dan beragam. Banyak hal yang harus dilakukan untuk mendandani keindonesiaan yang kian abstrak ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Indonesia, sejarah</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>sejarah Indonesia (Aceh)</topic>
 </subject>
 <classification>959.8</classification>
 <identifier type="isbn">9789794618554</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.8 Mad c</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18333</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>959.8 Mad c</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Catatan_Pinggir_Sejarah_Aceh.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14202</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-19 10:47:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>