<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13930">
 <titleInfo>
  <title>Teologi Siarah [Judul asli:</title>
  <subTitle>Planetary Theology]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Balasurya, Tissa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>BPK Gunung Mulia</publisher>
   <dateIssued>1994</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>310hlm: 14,5x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Teologi tradisional Barat, yang diklaim memiliki universalitas, sangat banyak ditentukan oleh para adikuasa dunia dan kelompok-kelompok yang berkuasa. Orang Eropa dan kemudian, orang Amerika Utara yang berorientasi pada kapitalisme, orang dewasa, kaum pria, kelompok-kelompok klerus menentukan cara, batasan isi, dan penerapan teologi. Mereka membaca Alkitab dan sejarah umat manusia sejalan dengan kebutuhan mereka. Kebanyakan masalah yang diperhatikan teolog Barat selama berabad-abad itu tidak menyangkut kepentingan orang-orang di dunia ketiga, malah merugikan. Penolakan akan universalisme yang tidak benar dari masa lampau saja tidak cukup. Sedikitnya kita perlu mencoba mengembangkan kerangka umum dari suatu teologi universal yang sungguh-sungguh mencakupi elemen-elemen dasar dari kondisi manusia dan situasi dunia seluruhnya. Teologi demikian akan mengakui implikasi-implikasi global dari banyak masalah-masalah lokal atau regional kita, dan berjalan seturut dengan itu. Refleksi atas konteks Asia secara khusus tampaknya memungkinkan pencarian suatu teologi global sebab populasi Asia lebih dari setengah jumlah penduduk dunia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kristiani dan masalah sosial</topic>
 </subject>
 <classification>261.8</classification>
 <identifier type="isbn">9794150347</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.8 Bal t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">7866</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>261.8 Bal t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Teologi_Siarah.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13930</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-14 12:50:49</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>