<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13922">
 <titleInfo>
  <title>Teologi Perjanjian Baru [Judul asli:</title>
  <subTitle>New Testament Theology]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Morris, Leon</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pidyarto, Henricus (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>Gandum Mas</publisher>
   <dateIssued>1996</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>506hlm: 16x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini bukanlah sejarah zaman Perjanjian Baru, bukan pula uraian tentang agama Perjanjian Baru. Penulisan buku ini pun tidak bertitik-tolak dari suatu pandangan bahwa Perjanjian Baru ditulis sebagai teologi. Harus kita ingat bahwa penulis kitab-kitab Perjanjian Baru tidak menyajikan pengajaran-pengajaran teologis yang sudah dipikirkan lebih dahulu secara sistematis. Yang menjadi perhatian mereka adalah kebutuhan gereja-gereja yang menjadi sasaran tulisan mereka. Gereja-gereja tersebut sudah mempunyai Perjanjian Lama, tetapi tulisan-tulisan baru ini lama kelamaan menjadi bagian paling penting dari Kitab Suci jemaat beriman itu. Dengan demikian tulisan-tulisan baru itu sendiri harus dipelajari dan pertanyaan-pertanyaan berikut perlu diajukan: (1) Apakah arti tulisan-tulisan ini? (2) Teologi Apakah yang diungkapkan atau yang terkandung di dalamnya? (3) Unsur-unsur apakah didalam tulisan itu yang tetap berlaku selamanya? Kita membaca tulisan-tulisan yang ditulis ratusan tahun yang lalu itu dengan kaca mata budaya yang amat berbeda. Kita berusaha sekuat tenaga untuk memperhitungkan hal ini, namun kita tidak pernah akan berhasil seratus persen. Dalam buku ini saya berusaha keras untuk menggali apa yang dulu dimaksudkan oleh para pengarang Perjanjian baru. Ini bukan sebagai latihan akademis, melainkan sebagai persiapan atau pengantar yang perlu agar kita dapat memahami makna tulisan-tulisan mereka itu bagi kita sekarang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Alkitab-teologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Rasul</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 Mor t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8255</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>230 Mor t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Teologi_Perjanjian_Baru-Leon_Morris.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13922</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-16 08:17:05</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>