<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13897">
 <titleInfo>
  <title>Teologi Jalan Tengah:</title>
  <subTitle>Sebuah Refleksi Tentang Gaya Hidup Sederhana Yesus di Tengah-tengah Gaya Hidup Modern Saat Ini</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Harmaji, T. Tri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 312hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ada dua teologi yang sampai saat ini menjadi andalan gereja dalam menjawab realitas sosial ekonomi, yaitu Teologi Pembebasan dan Teologi Kemakmuran. Namun karena konteks yang telah berubah, kedua teologi ini semakin di anggap kurang relevan. Seperti terlihat dari konteks kemunculan mereka, teologi kemakmuran lebih relevan untuk menaggapi sebuah resesi ekonomi, sementara teologi pembebasan lebih relevan untuk mengkritisi para penguasa tiran. Nah, di era demokrasi dan kemajuan ekonomi seperti sekarang ini, gereja ditantang untuk memetakan kembali persoalan dan kemudian menciptakan sebuah teologi baru yang relevan. Teologi Jalan Tengah yang ditawarkan dalam buku ini bisa dikatakan sebagai sebuah usaha awal untuk menjawab tantangan di atas. Teologi ini menempatkan pijakannya pada dua persoalan mendasar masyarakat dewasa ini, yaitu kesenjangan dan gaya hidup modern. Teologi ini menawarkan sebuah solusi yang sebenarnya sudah usang tetapi sangat berharga: kesederhanaan. Karena itu, teologi ini bisa juga disebut sebagai Teologi Kesederhanaan. Kesederhanaan adalah jawaban terhadap persoalan kesenjangan dan gaya hidup modern, serta segala perilaku negatif yang diturunkan, yaitu perilaku-perilaku yang muncul sebagai akibat dari tiga isme: egoisme, hedonisme, dan konsumerisme. Argumentasi pada buku ini disusun dalam tiga pokok bahasan utama: gaya hidup modern dan konsekuensi sosial yang ditimbulkannya Yesus dan kesederhanaan yang Dia hidupi serta kesederhanaan dan potensinya sebagai jalan keluar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kristiani dan masalah sosial</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi sosial</topic>
 </subject>
 <classification>261.8</classification>
 <identifier type="isbn">9786021788349</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.8 Har t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18135</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>261.8 Har t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Teologi_Jalan_Tengah.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13897</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-29 09:13:59</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>