<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13887">
 <titleInfo>
  <title>Cinta di Tengah Kengerian Perang:</title>
  <subTitle>Surat-surat Penghabisan dari Stalingrad [Judul asli: Last Letters from Stalingrad]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Simatupang, Landung (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gagas Media</publisher>
   <dateIssued>2003</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>iv + 110hlm: 11x18cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permadani cerah meriah itu tidak ada lagi kini. Malam musim panas itu sudah lenyap, begitu juga lembah yang semarak. Permadani indah berganti gurun putih tanpa ujung, musim panas tidak pernah kembali lagi, hanya ada musim dingin; dan tidak ada pula hari depan setidak-tidaknya untukku dan dengan demikian buatmu juga. Sekian lamanya aku selalu dicekam oleh perasaan yang tidak dapat kujelaskan, tapi hari ini aku tahu bahwa perasaan itu ialah kecemasan tentang engkau dan kedambaan padamu. Kau saksiku bahwa aku tidak pernah setuju perang ini, sebab aku takut berada di Timur, takut perang pada umumnya. Aku tidak pernah punya jiwa tentara; aku cuma seorang yang memakai seragam militer. Apa yang kudapat hari ini? Apa pula yang pernah diperoleh orang-orang yang setuju perang dan pantang gentar itu? Ya, apa yang kami dapat dari ini? Kami, yang mendapat peran pelengkap penderita, figuran, dalam kegilaan yang menjilma dan menjadi-jadi ini? Hikmah apa yang kita petik dari gugurnya seorang pahlawan?</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>perang</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Tentara</topic>
 </subject>
 <classification>355.1</classification>
 <identifier type="isbn">9793084561</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>355.1 Sim c</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11694</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>355.1 Sim c</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cinta_di_Tengah_Kengerian_Perang.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13887</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-10-09 09:48:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>