<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13854">
 <titleInfo>
  <title>Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hamka</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hevicko, Mirza A. (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Balai Pustaka</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 263hlm: 14,5x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck merupakan sebuah novel legendaris karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan nama Buya Hamka. Novel yang pertama kali terbit pada tahun 1939 ini bercerita tentang persoalan adat yang berlaku di Minangkabau dan perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian. Hingga sampai saat ini Novel nya pun terus mengalami proses cetak ulang dan sempat menjadi bacaan wajib bagi pelajar Indonesia. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini berawal dari sebuah cerita bersambung yang dimuat dalam sebuah surat kabar, namun karena banyaknya masyarakat Indonesia yang menyukai cerita tersebut hingga menjadi fenomena dikala itu, Hamka memutuskan untuk mengangkatnya menjadi sebuah Novel. Banyak para kritikus dan sastrawan pada kala itu menyebutkan bahwa Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini merupakan karya terbaik dan masterpiece dari Buya Hamka.rnKesuksesan Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini ternyata mendapat cobaan, Novel masterpiece Buya Hamka ini dituduh sebagai plagiat dari Novel luar negeri berjudul Sous les Tilleuls (1832) karya Jean-Baptiste Alphonse Karr. Namun kabar tersebut langsung hilang dan dibantah oleh Hamka. Para kritikus dan sastrawan dunia pun ikut membela bahwa tidak ada kesamaan yang banyak dan mencolok antara Novel Hamka tersebut dengan Novel Jean-Baptiste dan menyebutkan bahwa Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck mempunyai tema yang murni dari Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kesusastraan Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>810</classification>
 <identifier type="isbn">9796909979</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>810 Ham t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19032</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>810 Ham t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Tenggelamnya_Kapal_Van_Der_Wijck.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13854</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-27 08:30:31</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>