<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13626">
 <titleInfo>
  <title>Tak Ada Santo dari Sirkus</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suyono, Seno Joko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Lamalera</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 397hlm; 12 x 19cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Novel ini menceritakan tokoh aku, seorang sukarelawan yang baru tiba. Tokoh yang berprofesi musisi klarinet itu merasa terlambat datang karena tidak terlibat pemindahan gereja. Ia hanya dilibatkan sebagai musisi pada prosesi kudus yang bakal digelar penduduk kota. Sebuah prosesi yang memiliki barisan pemusik yang tempo dan iramanya menurutnya kaku. Ia merasa tertekan. Ia merasa kehilangan makna, karena merasa tidak berbuat apa-apa. Apalagi ia membuat kesalahan-kesalahan yang membuat ia merasa atasannya dan penduduk tidak menginginkan kehadirannya di situ. Pada saat bimbang itu, ia tiba-tiba ingat sirkus di masa kecilnya. Orang-orang aneh yang menyenangkan. Rombongan pesulap-pesulap lucu yang tapi kemudian dibenci oleh warga. Ia ingat bagaimana di masa kecilnya itu ia selalu mendaraskan doa kepada Santo-santo yang diceritakan ibunya memohon agar awak sirkus itu selamat. Kejadian-kejadian buruk yang dialaminya sebagai sukarelawan, membuat banyak ingatan masa lalunya yang terpendam itu menyeruak. Termasuk ingatan pada bagaimana penduduk desanya karena menganggap anggota sirkus tak bersih lingkungan melakukan pengejaran-pengejaran dan penyiksaan kepada para pemain sirkus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Fiksi Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn">9789792548211</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 Suy t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15979</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>899.221 Suy t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Tak_Ada_Santo_dari_Sirkus.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13626</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-10 10:13:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>