<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13625">
 <titleInfo>
  <title>Tajuk-tajuk Mochtar Lubis di Harian Indonesia Raya (Seri 1):</title>
  <subTitle>Politik Dalam Negeri dan Masalah Nasional</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lubis, Mochtar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayasan Obor Indonesia</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xx + 439hlm; 14,5 x 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri 1</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Muchtar Lubis berkesempatan menjadi pewarta dipercaya pada rezim orde baru. Dia banyak menuliskan suara-suara sumbang bermuatan kritik terhadap ketidakadilan, ketidakberesan birokrasi pemerintahan. Begitu menarik, karena Muchtar Lubis jika ada persoalan langsung menyemprot nama tokoh bersangkutan. Bagaimanapun tajuk-tajuk yang telah dipublikasikan oleh Muchtar lubis merupakan bagian untaian sejarah bangsa Indonesia. Lebih tepatnya sejarah lebih menyoroti persoalan-persoalan politik dalam negeri masa orde baru. Hanya saja karena kala itu pers sangat dikekang, dicantumkanlah optimisme akan keyakinan bahwa orde baru sebagai era pencerahan setelah kebobrokan orde lama. Setidaknya kritisi penuh perbandingan tersebut ada karena akibat luka lama masa orde lama yang sempat dibredel oleh pemerintahan Soekarno. Meski tulisan ini nilainya sangat bermuatan sejarah, tekadang terasa menjemukan, dan kesal untuk dibaca. Pasalnya ketika kita terus fokus membaca timbul kesakitan tersendiri akan sejarah masa lalu. Merdeka atau tidak merdeka terasa sama bagi sebagian besar rakyat. Faktanya sebuah persoalan yang dari jaman awal kemerdekaan ada sampai sekarang terus berulang dan masih ada dan mungkin esok juga akan ada.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Indonesia-politik dan pemerintahan</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>Indonesia-keadaan sosial politik</topic>
</subject>
<classification>959.8</classification>
<identifier type="isbn">9794612553</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>959.8 Lub t</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">8568</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>959.8 Lub t</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Tajuk_Mochtar_Lubis-Seri_1.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>13625</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-17 12:38:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>