<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13302">
 <titleInfo>
  <title>Dasar-Dasar Antropologi:</title>
  <subTitle>Buku Pegangan Matakuliah Manusia dan Kebudayaan Indonesia</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Blolong, Raymundus Rede</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Ende, Flores</placeTerm>
   <publisher>Nusa Indah</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>195hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebudayaan dalam Ilmu Antropologi selalu dibicarakan dalam hubungan dengan masyarakat manusia. Para antropolog mengatakan bahwa kebudayaan sangat erat hubungannya dengan manusia, bahkan identik dengannya. Kebudayaan itu milik-khas manusia(wi) karena muatannya adalah segala yang berhubungan dengan kemanusiaan manusia sebagai pribadi utuh. Dengan kata lain, kebudayaan itu identik dengan manusia karena hanya manusialah dari sekian makhluk tercipta di dunia ini, yang mampu berbudaya. Lalu, mengapa cuma manusia yang mampu berbudaya? Makhluk infra-human lain, seperti apes, gorila, orang utan, mamals dan pelbagai jenis binatang menyusui tingkat primata yang memiliki struktur biologis hampir sama dengan manusia, tetapi mengapa mereka tidak berbudaya? Alasannya, manusia adalah makhluk yang memiliki akal budi yang memungkinkan dia bisa berpikir, bernalar, merasa, berkehendak, bertindak, dan bisa berkomunikasi dengan bahasa sebagai simbol yang diciptakannya. Singkatnya, manusia sebagai homo erectus (manusia tegak) itu adalah sekaligus homo faber yang sapiens, yang bisa bekerja dan bijaksana, memiliki unsur spiritual-psikologis yang tidak ada pada hewan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Antropologi</topic>
 </subject>
 <classification>306</classification>
 <identifier type="isbn">9794293199</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>306 Blo d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18228</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan S-2</sublocation>
    <shelfLocator>306 Blo d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Dasar_antropologi-buku_pegangan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13302</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-21 11:04:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>