<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13277">
 <titleInfo>
  <title>Dasar-Dasar Penyuntingan Bahasa Media:</title>
  <subTitle>Pedoman menyunting bahasa media untuk mahasiswa, jurnalis, dan umum</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahardi, R. Kunjana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramata Publishing</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 204hlm; 14,5 x 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tidak mudah menyunting bahasa media massa. Banyak dimensi kebahasaan dan non kebahasaan yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan oleh seorang penyunting atau redaktur bahasa. Adakalanya, bahasa yang secara linguistik benar, dalam media massa justru tidak sepenuhnya dapat diterima dan dianggap benar. Demikian pula sebaliknya, selalu terdapat bentuk-bentuk kebahasaan yang jelas-jelas bertentangan dengan kaidah-kaidah kebahasaan, tetapi bentuk-bentuk kebahasaan demikian itu sering kali digunakan secara salah kaprah dalam media massa. Kalau fakta kebahasaan yang demikian ini terus dibiarkan dengan begitu saja, lama-lama bahasa media massa pasti tidak akan ada wujudnya. Bahasa media massa akan menjadi semakin amburadul, dan akan menjadi wahana belajar yang sangat buruk bagi warga masyarakat yang membacanya. Padahal, kita semua tahu, jangkauan media massa sungguh luar biasa, bisa ratusan ribu, bahkan jutaan orang yang setiap hari membaca dan atau mendengarnya. Maka dapat dibayangkan, kalau media massa terdapat banyak bentuk kebahasaan yang salah atau keliru, dan apabila kesalahan kebahasaan itu tidak segera dibenahi atau dibereskan, berapa pasang mata manusia yang akan menyerap kesalahan kebahasaan itu setiap harinya? Oleh karena itu, kehadiran buku tuntutan atau pedoman menyunting bahasa media atau jurnalistik ini sungguh sangat penting. Apalagi buku ini ditulis dan dihadirkan dengan meramu kepakaran kelinguistikan yang dimiliki oleh penulisnya, dengan pengalaman kejurnalistikan yang sudah lama dipunyainya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Bahasa Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>499.221</classification>
 <identifier type="isbn">9786029532586</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>499.221 Rah d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16127</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>499.221 Rah d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Dasar_Penyuntingan_Bahasa_Media.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13277</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-29 09:40:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>