<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13182">
 <titleInfo>
  <title>Deklarasi Kairo:</title>
  <subTitle>Hak Asasi Manusia dalam Islam</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ELSAM (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat</publisher>
   <dateIssued>1998</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 16hlm: 11x18cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>DEKLARASI KAIRO ini merupakan dokumen hak asasi manusia di tingkat regional, yang secara khusus ditunjukkan buat negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam atau lebih dikenal dengan OKI. Dengan statusnya yang demikian itu, deklarasi ini bukan merupakan pengganti Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia melainkan dapat melengkapinya. Deklarasi Kairo sama statusnya dengan Piagam Afrika mengenai Hak-Hak Rakyat atau dengan Konvensi Eropa untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar, yaitu sama-sama sebagai pedoman atau aturan regional mengenai hak asasi manusia. Hanya perbedaannya terletak pada sifat hukum pelaksanaannya. Dua dokumen regional yang disebutkan terakhir memiliki sifat legally binding dan ada mekanisme pelaksanaannya, sedangkan Deklarasi Kairo ini bukan dokumen hukum yang legally binding, yang dapat mengikat secara hukum negara-negara anggotanya. Selain itu, ia tidak mengatur tentang bagaimana mekanisme pelaksanaan norma-norma yang sudah ditetapkan di dalam deklarasi tersebut; tidak ada badan yang ditunjuk untuk ini. Makanya deklarasi ini kalah populer dengan dua dokumen yang disebutkan itu, karena sifatnya yang amat not directly binding.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hak asasi</topic>
 </subject>
 <classification>323.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>323.4 ELS d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">9508</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>323.4 ELS d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Deklarasi_Kairo.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13182</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-27 07:39:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>