<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13112">
 <titleInfo>
  <title>Strategi Penanggulangan Kejahatan Telematika</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wisnubroto, Al.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Atma Jaya Yogyakarta</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 170hlm: 15x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Terminologi Telematika barangkali belum terlalu familiar bagi sebagian besar pengguna teknologi di Indonesia. Mereka lebih akrab dengan penamaan sesuai dengan jenis bentuk atau barangkali merk dari teknologi telekomunikasi media dan informatika tertentu. Demikian pula istilah 'Kejahatan Telematika' yang dalam banyak sumber lebih dikenal dengan sebutan lain seperti 'Kejahatan Komputer' (Computer Crime) atau 'Kejahatan Mayantara' (Cyber Crime). Buku ini mencoba untuk mengeksplorasi berbagai gagasan pemikiran yang bersifat terbuka dalam upaya penanggulangan kejahatan telematika. Sesuai dengan kompleksitas persoalan yang terkait dengan kejahatan telematika maka bahasan dalam buku ini diawali dengan pemahaman realitas sosial 'masyarakat maya'. Bahasan selanjutnya terkait dengan potensi terjadinya kekosongan hukum di bidang telematika yang disebabkan semakin cepatnya akselerasi perkembangan teknologi telematika maka diperlukan peran penafsiran hukum yang bersifat kreatif dan visioner. Dalam hal demikian maka peran hermeneutika hukum dan pendekatan hukum progresif merupakan strategi yang bisa dipertimbangkan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Undang-undang dan peraturan</topic>
 </subject>
 <classification>345</classification>
 <identifier type="isbn">9789791909006</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>345 Wis s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15725</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>345 Wis s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Strategi_Penanggulangan_Kejahatan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13112</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-05 08:49:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>